TERBARU

InternasionalNews

Israel Buka Cabang Industri Militer Pertama di UEA

ORINEWS.id – Perusahaan teknologi militer Israel, Controp Precision Technologies Ltd., dilaporkan akan membuka anak perusahaan pertamanya di luar negeri di Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini menandai ekspansi signifikan industri pertahanan Israel di kawasan Teluk.

Menurut laporan surat kabar Maariv Israel, keputusan tersebut telah disetujui oleh kabinet pemerintah pendudukan setelah memperoleh otorisasi dari Kementerian Keamanan. Kebijakan itu disebut disertai pengawasan ketat untuk mencegah potensi kebocoran informasi militer sensitif ke negara Arab tersebut.

Perusahaan baru yang diberi nama Controp Emirates Ltd. akan berkantor di Abu Dhabi dan dipimpin oleh seorang kepala eksekutif asal Israel. Meskipun beroperasi secara lokal, kepemilikan penuh tetap berada di tangan perusahaan induk Israel.

Controp dikenal sebagai produsen sistem elektro-optik dan kendali gerak presisi untuk keperluan militer dan pengawasan. Produk-produknya digunakan untuk misi intelijen, pengawasan perbatasan, serta operasi drone. Teknologi ini juga telah dipakai oleh militer Israel, badan perbatasan Amerika Serikat, dan sejumlah angkatan bersenjata negara lain.

Baca Juga
Teken MoU, Kejagung Kini Bisa Sadap Nomor Telkomsel, Indosat hingga Xl
DONASI TAHAP KEDUA

Laporan tersebut menyebutkan bahwa cabang di Abu Dhabi akan menangani penjualan, pemeliharaan, dukungan teknis, dan bahkan manufaktur lokal sistem-sistem militer Israel di UEA.

Hubungan Strategis dan Ekonomi UEA–Israel

Maariv mengutip seorang pejabat Israel yang menyebut langkah ini sebagai “bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi” antara Tel Aviv dan Abu Dhabi. Nilai investasi awal proyek ini diperkirakan mencapai US$30 juta, dibiayai melalui saham dan pinjaman pemilik.

Ini menjadi proyek pertahanan bersama pertama di Teluk yang melibatkan perusahaan Israel sejak normalisasi hubungan diplomatik UEA–Israel pada 2020. Sejak saat itu, kedua negara semakin mempererat hubungan di berbagai sektor, termasuk pertahanan, perdagangan, dan pariwisata.

Kedua pihak juga menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang mempercepat kolaborasi ekonomi dan militer, meski UEA secara diplomatis mengkritik serangan Israel ke Jalur Gaza.

Menurut Biro Pusat Statistik Israel, nilai perdagangan barang antara kedua negara mencapai sekitar US$3,2 miliar pada 2024, belum termasuk layanan, perangkat lunak, dan kesepakatan langsung antarpemerintah.

Baca Juga
DPRA Gelar Rapat Paripurna Perdana Tahun 2025

Pada Januari 2025, EDGE Group—konglomerat pertahanan milik negara UEA—mengakuisisi 30 persen saham Thirdeye Systems, perusahaan pemasok teknologi militer Israel, senilai US$10 juta.

Ketegangan di Tengah Perang Gaza

Meski hubungan ekonomi terus berjalan, ketegangan diplomatik antara Israel dan negara-negara Teluk meningkat sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Media Israel i24News melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan keamanan Israel tidak akan berpartisipasi dalam Dubai Airshow 2025, salah satu pameran penerbangan terbesar di dunia.

Menurut penyelenggara Informa Markets, keputusan tersebut diambil setelah “evaluasi teknis”, tanpa menjelaskan alasan detail. Direktur pelaksana Dubai Airshow, Tim Hawes, mengonfirmasi bahwa “peserta pameran asal Israel yang sebelumnya dijadwalkan hadir tidak akan ikut serta.”

Laporan i24News menilai keputusan itu sebagai indikasi meningkatnya sensitivitas politik dan diplomatik antara Israel dan sebagian negara Teluk di tengah berlanjutnya konflik di Gaza. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks