TERBARU

BisnisEkonomi

Saham BUMN Diborong Asing Rp4 Triliun, Dividen Jadi Magnet Utama

ORINEWS.id – Investor asing kembali memburu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Dalam sebulan terakhir, dana asing yang masuk ke saham BUMN telekomunikasi itu mencapai Rp 4 triliun, menandakan meningkatnya minat terhadap potensi fundamental dan dividen Telkom.

Menurut catatan Phintraco Sekuritas yang dikutip Investor.id, Senin (27/10/2025), Telkom diproyeksikan membukukan pendapatan sebesar Rp 145 triliun tahun ini, turun 2,9 persen dari tahun sebelumnya. Sementara laba bersih diprediksi menurun 11,7 persen menjadi Rp 20,9 triliun. Meski begitu, margin EBITDA perusahaan masih solid di kisaran 50 persen atau setara Rp 73,2 triliun.

“Artinya, margin EBITDA TLKM masih solid, meski ada tekanan dari bisnis enterprise dan dampak awal spin off bisnis fiber,” tulis Phintraco dalam risetnya, Minggu (26/10/2025).

Phintraco juga mencatat bahwa Telkom telah menyelesaikan 56 persen proses spin off aset fiber senilai Rp 35,7 triliun ke anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) dengan valuasi EV/EBITDA 8,75 kali. Tahap kedua spin off dijadwalkan rampung pada pertengahan 2026, bersamaan dengan rencana divestasi 20–30 persen saham TIF kepada mitra strategis.

Baca Juga
Bank Aceh Serahkan Dividen Rp2,5 Miliar ke Pemko Banda Aceh

Asing Kembali Masuk dan Target Harga Naik

Rangkaian restrukturisasi tersebut membuat investor asing semakin aktif memborong saham Telkom. Dalam sebulan terakhir, investor asing tercatat melakukan pembelian sebesar Rp 4 triliun dan penjualan Rp 3,3 triliun, dengan net buy sekitar Rp 690 miliar.

Kinerja saham TLKM pun ikut terdorong. Harga saham emiten pelat merah ini sudah naik 26 persen secara year to date (ytd) dan diprediksi terus menguat hingga akhir 2025.

Berdasarkan data Phintraco, saham TLKM kini diperdagangkan dengan rasio PER 14,2 kali dan PBV 2,1 kali. Dengan estimasi dividend yield mencapai 7,1 persen, saham Telkom dinilai masih menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Phintraco merekomendasikan buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500 per saham, mencerminkan potensi kenaikan 6,3 persen dari harga terakhir Rp 3.290. Katalis utama bagi pergerakan saham ini adalah spin off anak usaha dan fundamental bisnis yang dinilai defensif.

Baca Juga
Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

UOB Kay Hian juga memberikan rekomendasi buy dengan target harga yang lebih tinggi, yakni Rp 3.800 per saham, didukung efisiensi dari restrukturisasi bisnis anak usaha. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks