ORINEWS.id – Said Malawi kembali dipercaya memimpin Badan Musyawarah (Bamus) Pidie Jaya Jabodetabek setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV Bamus Pidie Jaya di Meunasah Aceh Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
Mubes dihadiri ratusan warga asal delapan kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yakni Bandar Baru, Panteraja, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, Jangka Buya, dan Bandar Dua.
Ketua Presidium Sidang, Teuku Iskandar, mengatakan Said Malawi ditetapkan sebagai calon tunggal setelah tidak ada kandidat lain yang mendaftarkan diri hingga pelaksanaan Mubes.
Malawi sebelumnya diusung oleh pemegang mandat dari tiga kecamatan, yakni Bandar Dua, Jangka Buya, dan Ulim. Sesuai tata tertib organisasi, dukungan dari lima kecamatan lainnya otomatis mengukuhkan dirinya sebagai ketua umum terpilih.
“Mengesahkan dan menetapkan H. Said Malawi, ST, MM, sebagai Ketua Umum terpilih Bamus Pidie Jaya periode 2026-2030,” kata Iskandar saat memimpin sidang.
Presidium juga memberikan kewenangan kepada ketua umum terpilih untuk menyusun kepengurusan Bamus Pidie Jaya periode 2026-2030 paling lambat satu bulan setelah penetapan.
Dalam sambutannya, Said Malawi mengaku bersyukur kembali mendapat amanah memimpin organisasi masyarakat Pidie Jaya di perantauan. Ia mengatakan kesediaannya maju kembali didorong oleh dukungan para pengurus di sejumlah kecamatan.
“Maka sekarang saya minta semua koordinator kecamatan, ketua-ketua kecamatan harus siap mendukung saya. Kalau setuju semua, saya tidak ada beban. Karena kebersamaan tadi,” ujarnya.
Malawi menilai kepengurusan selama empat tahun terakhir berhasil menjalankan berbagai program sosial, mulai dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, halalbihalal, membantu warga yang tertimpa musibah, hingga menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
“Empat tahun ini serasa empat bulan karena kebersamaan,” katanya.
Ia menegaskan kepengurusan mendatang akan terus memperkuat solidaritas masyarakat Pidie Jaya di Jabodetabek. Selain itu, kaderisasi generasi muda akan menjadi salah satu fokus organisasi agar keberlangsungan Bamus Pidie Jaya tetap terjaga.
Mubes IV Bamus Pidie Jaya mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Memperkuat Ukhuwah dan Menyatukan Langkah untuk Kemajuan Bamus Pidie Jaya.”
Mubes dibuka oleh Ketua Dewan Pembina Bamus Pidie Jaya, Mustafa Abubakar. Menurut mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, Bamus Pidie Jaya selama ini tetap solid dan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial.
“Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Mustafa juga mengajak seluruh paguyuban masyarakat Aceh di perantauan untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Ia menyebut terdapat tiga agenda besar yang menjadi perhatian diaspora Aceh, yakni revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), keberlanjutan dana otonomi khusus (otsus), serta pemanfaatan potensi gas Blok Andaman bagi pembangunan Aceh.
Selain itu, diaspora Aceh juga terus mendorong realisasi seluruh butir dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang menjadi dasar perdamaian Aceh.
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes, Adnan Mahmud, mengatakan Mubes merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi sekaligus momentum memilih kepemimpinan baru untuk melanjutkan roda organisasi.
Menurut dia, Bamus Pidie Jaya merupakan wadah berhimpunnya masyarakat Pidie Jaya di Jabodetabek yang berfokus pada kegiatan sosial dan mempererat silaturahmi.
“Orang-orang yang berkumpul di sini mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan materi untuk kegiatan-kegiatan sosial dan mempererat silaturahmi,” kata Adnan.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan sehingga berbagai persoalan sosial masyarakat Pidie Jaya di perantauan dapat dihadapi melalui kolaborasi.[]
















































































