ORINEWS.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel menggunakan berbagai proyek yang memecah belah untuk mengadu domba negara-negara Muslim dan menciptakan ketidakpercayaan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat menerima Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Teheran, Minggu (18/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian mengatakan Iran berkomitmen memperluas hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga, khususnya negara-negara Muslim di kawasan Teluk Persia.
“Republik Islam Iran berupaya menjalin hubungan yang ramah, stabil, dan berkelanjutan berdasarkan hubungan bertetangga yang baik dengan negara-negara Muslim di kawasan ini, tetapi Amerika Serikat dan rezim Zionis selalu berusaha, melalui proyek-proyek yang memecah belah dan menciptakan ketidakpercayaan, untuk mengadu domba negara-negara Muslim satu sama lain,” kata Pezeshkian, dikutip dari Press TV.
Ia juga mengapresiasi peran Pakistan dalam upaya diplomatik yang disebut membantu tercapainya gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat setelah meningkatnya konflik militer di kawasan.
Pezeshkian turut mengutuk agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menurutnya telah menewaskan sejumlah pejabat senior, komandan militer, mahasiswa, dan warga sipil.
Menurut dia, tujuan utama agresi tersebut adalah menciptakan ketidakstabilan internal dan melemahkan pemerintahan Iran. Namun, ia menilai masyarakat Iran tetap menunjukkan solidaritas dan dukungan terhadap negaranya.
Presiden Iran itu juga menuding Amerika Serikat dan Israel mendukung kelompok-kelompok bersenjata untuk menciptakan ketidakamanan di wilayah perbatasan Iran.
Meski demikian, Pezeshkian memuji sikap Pakistan, Afghanistan, dan Irak yang disebut tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk tindakan yang merugikan Iran.
Selain membahas isu keamanan kawasan, Iran dan Pakistan juga sepakat memperkuat kerja sama perdagangan perbatasan, ekonomi, dan hubungan bilateral di berbagai bidang.
Pezeshkian menilai hubungan kedua negara memiliki peluang besar untuk terus berkembang, terutama dalam sektor ekonomi, ilmiah, budaya, dan kerja sama regional.
Ia juga menyerukan negara-negara Muslim memperkuat persatuan dan kerja sama guna mencegah intervensi kekuatan asing di kawasan Timur Tengah.
“Negara-negara besar di dunia Muslim harus memperkuat kerja sama dan interaksi regional untuk membantu membangun perdamaian, keamanan, dan stabilitas yang langgeng di kawasan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Mohsin Naqvi mengatakan Pakistan terus berupaya membantu meredakan ketegangan di kawasan dan menjaga hubungan erat dengan Iran.
Menurut Naqvi, Islamabad dan Teheran memiliki hubungan persaudaraan yang kuat dan akan terus memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Naqvi diketahui tiba di Teheran pada Sabtu (17/5/2026) dalam kunjungan selama dua hari. Selama di Iran, ia juga bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf. []



































































