TERBARU

InternasionalNews

AS Ajukan Gencatan Senjata, Iran Tolak Mentah-mentah

ORINEWS.id —Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Iran dilaporkan menolak usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS), sehingga upaya meredakan konflik di kawasan kembali mengalami kebuntuan.

Penolakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, pada Jumat, 3 April 2026, proposal gencatan senjata itu disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai “bersahabat” sehari sebelumnya.

Media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses diplomatik tersebut. Sumber itu menyebut Washington meningkatkan upaya untuk mengamankan gencatan senjata, terutama setelah serangan Iran menargetkan depot pasukan militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Laporan Fars juga menyebut bahwa proposal tersebut muncul di tengah meningkatnya krisis di kawasan, serta adanya “masalah serius” yang dihadapi pasukan AS akibat dugaan kesalahan perhitungan terhadap kemampuan militer Iran.

Respons Iran terhadap tawaran tersebut tidak disampaikan secara tertulis. Menurut sumber yang sama, penolakan itu justru ditunjukkan melalui kelanjutan serangan di medan tempur.

Konflik di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dan AS melancarkan serangan bersama ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di berbagai negara di Timur Tengah.

Eskalasi ini memperluas konflik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi perang yang lebih besar di kawasan. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.