ORINEWS.id – Pemerintah Pakistan menyatakan telah melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan pada Ahad, 22 Februari 2026, dengan menargetkan basis kelompok militan di kawasan perbatasan.
Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), serangan yang berlangsung semalam itu disebut sebagai operasi paling luas sejak bentrokan perbatasan pada Oktober tahun lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua negara.
Pemerintah Pakistan menyatakan telah menyerang tujuh lokasi di sepanjang wilayah perbatasan sebagai respons atas serangan bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini di negaranya.


Dalam pernyataan Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan, militer menyebut sasaran operasi meliputi kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan beserta afiliasinya, serta satu cabang kelompok Islamic State.
Kabul Laporkan Korban Sipil
Di sisi lain, pemerintah Afghanistan mengatakan serangan tersebut menghantam Provinsi Nangarhar dan Paktika, menewaskan serta melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras operasi militer itu.
“Para jenderal Pakistan mencoba menutupi kelemahan keamanan negara mereka melalui kejahatan semacam itu,” tulis Mujahid di platform X.
Sumber keamanan Afghanistan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 17 orang tewas dalam satu serangan di distrik Bihsud, termasuk 12 anak-anak dan remaja.
Hubungan Memburuk Sejak 2021
Hubungan kedua negara memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Sejak itu, sengketa perbatasan dan isu keamanan menjadi sumber ketegangan yang terus berulang.
Bentrokan besar terakhir pada Oktober lalu sempat dihentikan melalui gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Turki. Namun, sejumlah putaran perundingan lanjutan di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Islamabad berulang kali menuduh Kabul melindungi kelompok militan, terutama Tehreek-e-Taliban Pakistan, yang disebut kerap melancarkan serangan lintas batas. Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
Pakistan menyatakan serangan udara terbaru itu merupakan respons atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. Kelompok Islamic State sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. []







































































