ORINEWS.id – Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi balap liar di Kota Banda Aceh. Ia menilai penertiban tersebut penting karena balap liar kerap meresahkan warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Apresiasi itu disampaikan menyusul penertiban yang dilakukan personel Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh terhadap puluhan remaja yang terlibat balap liar di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Jumat (20/2/2026).
Dalam operasi tersebut, polisi menggiring puluhan remaja yang diduga terlibat. Selain itu, sejumlah kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, seperti penggunaan knalpot tidak standar, turut diamankan petugas.
Setidaknya lima unit sepeda motor milik pelaku balap liar disita, sementara 16 kendaraan lainnya yang digunakan oleh penonton juga ditahan sebagai bagian dari penertiban.
Daniel menilai langkah tersebut menunjukkan respons cepat aparat terhadap keluhan masyarakat, terlebih pada bulan Ramadan ketika aktivitas balap liar cenderung meningkat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang langsung turun menertibkan balap liar. Ini sangat penting untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat di Banda Aceh,” ujar politisi Partai NasDem itu, Jumat malam.
Ia juga berharap kepolisian meningkatkan patroli rutin selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lainnya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan juga sangat penting.
“Karena aparat tentu memiliki keterbatasan personel, maka peran serta warga dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lantas Kompol Mawardi menjelaskan bahwa aksi balap liar kerap meningkat selama Ramadan. Aktivitas tersebut umumnya dilakukan remaja, bahkan anak di bawah umur, menjelang waktu sahur hingga terbit matahari.
“Balap liar kami bubarkan. Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi kami sita, sementara kendaraan penonton juga kami tahan agar ada efek jera dan keluarga dapat melakukan pembinaan,” kata Mawardi.
Ia menambahkan, jika sebelumnya penertiban rutin dilakukan pada akhir pekan, selama Ramadan pengawasan diperketat karena meningkatnya aktivitas tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan berisiko. Ramadan diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas serta menjaga keselamatan bersama. []








































































