ORINEWS.id – Bekerja dari rumah saat bulan Ramadan memang terasa lebih fleksibel. Tidak perlu commute, bisa mengatur waktu lebih leluasa, bahkan bisa langsung rebahan setelah meeting selesai. Tapi jangan salah! Puasa sambil menjadi pekerja remote juga punya tantangan tersendiri. Energi lebih cepat turun, fokus gampang buyar, dan ritme kerja bisa berantakan kalau tidak diatur dengan baik.
Agar tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan, berikut 5 tips mengatur energi saat puasa untuk pekerja remote yang bisa langsung kamu terapkan.
1. Atur Jam Kerja Berdasarkan Puncak Energi
Setiap orang punya waktu produktif yang berbeda. Saat puasa, pola energi biasanya berubah. Banyak pekerja remote merasa paling fokus di pagi hari setelah sahur dan salat Subuh.
Manfaatkan waktu pagi untuk:
Mengerjakan tugas yang butuh konsentrasi tinggi
Menyelesaikan deadline penting
Mengikuti meeting strategis
Sementara itu, pekerjaan administratif atau yang lebih ringan bisa dikerjakan menjelang sore saat energi mulai menurun.
Kalau kamu bekerja di perusahaan berbasis digital, apalagi yang menggunakan sistem monitoring atau dashboard seperti Panel ATS untuk manajemen rekrutmen dan performa tim, pengaturan jam kerja yang efisien ini bisa membantu tetap terlihat produktif tanpa harus online seharian.
2. Prioritaskan Tugas dengan Metode “3 Tugas Utama”
Saat puasa, jangan memaksakan diri menyelesaikan semuanya sekaligus. Alih-alih membuat to-do list panjang, fokuslah pada tiga tugas utama setiap hari.
Langkahnya:
Tentukan 1 tugas paling penting (high impact)
Pilih 2 tugas pendukung
Sisanya bersifat opsional
Metode ini membantu menjaga energi mental agar tidak cepat terkuras. Remote worker sering terjebak multitasking karena merasa selalu “tersedia” di rumah. Padahal, puasa membutuhkan manajemen fokus yang lebih disiplin.
3. Optimalkan Pola Sahur dan Hidrasi
Produktivitas pekerja remote saat puasa sangat dipengaruhi oleh kualitas sahur. Hindari makanan tinggi gula sederhana yang bikin cepat lapar dan mengantuk.
Pilih:
Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
Protein (telur, ayam, tahu, tempe)
Serat dari sayur dan buah
Air putih yang cukup
Kurangi kopi berlebihan saat sahur karena bisa meningkatkan dehidrasi di siang hari. Energi stabil bukan soal makan banyak, tapi makan tepat.
Karena kamu bekerja dari rumah, godaan ngemil saat siang memang tidak ada (karena puasa), tapi godaan rebahan tetap ada. Pola makan yang tepat akan membantu tubuh tetap segar dan tidak terlalu lemas.
4. Terapkan Teknik Kerja Berinterval
Bekerja nonstop saat puasa justru membuat energi cepat habis. Gunakan teknik kerja berinterval seperti:
25–50 menit fokus kerja
5–10 menit istirahat
Gunakan waktu istirahat untuk:
Stretching ringan
Jalan sebentar di dalam rumah
Istirahatkan mata dari layar
Remote worker cenderung lebih lama menatap layar dibandingkan dengan pekerja kantor karena semua aktivitas berbasis digital, sehingga jarang berolahraga. Saat puasa, kelelahan mata dan mental bisa terasa dua kali lipat. Dengan sistem interval, energi lebih terjaga hingga waktu berbuka.
5. Buat Batasan yang Jelas antara Kerja dan Ibadah
Salah satu keuntungan bekerja remote saat Ramadan adalah fleksibilitas waktu untuk beribadah. Tapi tanpa batasan yang jelas, kerja bisa melebar ke waktu istirahat dan ibadah.
Coba lakukan ini:
Tetapkan jam selesai kerja yang konsisten
Hindari meeting mendekati waktu berbuka
Gunakan waktu menjelang Maghrib untuk persiapan berbuka dan refleksi
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang mengelola diri. Dengan batasan yang sehat, kamu bisa tetap produktif tanpa kehilangan makna spiritual bulan ini.
Tantangan Khusus Pekerja Remote Saat Puasa
Selain energi fisik, pekerja remote juga menghadapi tantangan psikologis seperti:
Rasa sepi karena minim interaksi langsung
Distraksi rumah tangga
Sulit memisahkan ruang kerja dan ruang istirahat
Karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan terpisah dari area santai. Bahkan meja kecil khusus kerja bisa membantu otak membedakan “mode kerja” dan “mode istirahat”.
Kerja di Mana Saja, Tetap Semangat Puasa!
Mengatur energi saat puasa untuk pekerja remote bukan soal bekerja lebih sedikit, tetapi bekerja lebih cerdas. Dengan memahami pola energi tubuh, mengatur prioritas, menjaga nutrisi, serta menciptakan batasan kerja yang sehat, kamu tetap bisa produktif sepanjang Ramadan.
Justru dengan fleksibilitas kerja dari rumah, bulan puasa bisa menjadi momentum untuk membangun ritme kerja yang lebih mindful dan seimbang.
Kalau kamu konsisten menerapkan lima tips di atas, puasa bukan lagi penghalang produktivitas—melainkan kesempatan untuk reset cara kerja jadi lebih efektif dan terstruktur. []







































































