ORINEWS.id – Bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Aceh menimbulkan kerugian besar pada sektor pertanian. Total 89.582 hektare lahan sawah dilaporkan terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari masih bisa ditanami hingga tertutup lumpur dan tidak dapat difungsikan kembali dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan pemerintah daerah saat ini berupaya melakukan rehabilitasi terhadap lahan yang rusak parah serta mengusulkan bantuan benih bagi petani yang lahannya masih memungkinkan untuk ditanami kembali.
“Data kerusakan sawah akibat banjir ini sudah kami sampaikan kepada Kementerian Pertanian. Inspektur Jenderal Kementan sudah menerima laporan tersebut dan menyatakan akan menjadi perhatian serius,” kata Cut Huzaimah, dikutip dari laman resmi distanbunaceh, Rabu (24/12/2025).
Menurut dia, untuk lahan yang masih dapat ditanami, Kementerian Pertanian berencana memberikan bantuan benih agar petani dapat segera kembali berproduksi. Namun, kondisi berbeda dialami lahan sawah yang tertutup lumpur tebal akibat banjir.
“Untuk lahan yang tidak bisa ditanami lagi, kami sedang mengupayakan program rehabilitasi lahan sawah dampak bencana. Program ini juga mencakup sawah-sawah yang pernah terdampak tsunami,” ujarnya.
Cut Huzaimah menjelaskan, proses rehabilitasi lahan tersebut diperkirakan memakan waktu cukup lama karena tingkat kerusakan yang berat. Kondisi sawah yang tertutup lumpur dan mengalami perubahan kontur membuat proses pemulihan menyerupai pembukaan sawah baru.
“Proses rehabilitasi sangat tergantung pada beratnya dampak. Kalau kita lihat sekarang, kondisinya sudah seperti cetak sawah baru karena semuanya rata tertutup lumpur. Rehabilitasi dan rekonstruksi ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan,” katanya.
Pemerintah Aceh berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian, mengingat sawah merupakan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah terdampak banjir.
Baca juga: Ribuan Hektare Sawah di Bireuen Berubah Jadi Hamparan Lumpur Usai Banjir Bandang
































