ORINEWS.id – Di tengah geliat ekonomi nasional yang kian pulih, Aceh menorehkan catatan menggembirakan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menunjukkan peningkatan signifikan di sektor pariwisata dan perdagangan luar negeri. Kondisi ini mempertegas citra Aceh sebagai daerah yang aman, nyaman, dan menjanjikan—bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk berinvestasi.
Optimisme Sektor Pariwisata: Wisman dan Hunian Hotel Meningkat
Bayangkan suasana sore di Pantai Iboih, Sabang. Ombak lembut menyentuh pasir putih, dan wisatawan asing tampak menikmati keindahan laut biru yang tenang. Pemandangan ini kini makin sering terlihat, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh.
Menurut BPS Aceh, jumlah wisman yang datang pada Agustus 2025 mencapai 4.314 kunjungan, naik 4,85 persen dibandingkan Juli 2025 dan meningkat 41,81 persen dibandingkan Agustus 2024. Dua pintu utama kedatangan wisman adalah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2025 tercatat sebesar 27,56 persen, mengalami kenaikan 3,48 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan dan kepercayaan wisatawan terhadap keamanan serta kenyamanan di Aceh.
Sektor transportasi laut juga menunjukkan tren positif. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan laut di Aceh pada September 2025 mencapai 77.697 orang, naik 5,54 persen dibandingkan Agustus dan meningkat 15,12 persen secara tahunan. Angka ini memperlihatkan bahwa mobilitas masyarakat dan wisatawan antarwilayah di Aceh semakin baik.
Neraca Perdagangan Surplus: Sinyal Positif bagi Dunia Usaha
Selain pariwisata, Aceh juga mencatat kinerja perdagangan luar negeri yang kuat. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Aceh pada September 2025 mengalami surplus sebesar US$3,12 juta. Nilai ekspor tercatat US$50,44 juta, sementara impor sebesar US$47,32 juta.
Komoditas ekspor utama Aceh masih didominasi oleh batubara, dengan nilai US$38,72 juta atau sekitar 86,29 persen dari total ekspor. Negara tujuan ekspor terbesar adalah India, dengan nilai US$39,25 juta (77,81 persen), diikuti oleh Thailand dan Tiongkok.
Surplus ini menandakan kestabilan ekonomi dan peluang bagi sektor investasi, terutama di bidang energi, industri pengolahan, dan pariwisata. Potensi investasi di kawasan bebas seperti Sabang juga semakin terbuka, seiring dengan upaya pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan bagi investor.
Aceh: Destinasi yang Aman, Damai, dan Penuh Pesona
Selain potensi ekonomi, Aceh juga dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Wisatawan yang datang dapat menikmati keindahan Danau Laut Tawar di Takengon, kehangatan budaya masyarakat Gayo, hingga kemegahan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh yang menjadi ikon wisata religi.
Aceh juga memiliki destinasi bersejarah seperti Museum Tsunami yang menjadi simbol ketangguhan masyarakat pascabencana. Dengan dukungan masyarakat yang ramah dan situasi sosial yang stabil, provinsi ini semakin menunjukkan dirinya sebagai destinasi yang aman dan nyaman.
BPS menilai peningkatan aktivitas wisata dan perdagangan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keamanan yang terjaga, infrastruktur dasar yang terus membaik, dan potensi alam yang besar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pelaku usaha.
Sinergi Pembangunan dan Promosi yang Berkelanjutan
Capaian positif sektor pariwisata dan ekonomi Aceh tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat promosi dan pengembangan destinasi.
Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan konektivitas dan infrastruktur pendukung pariwisata melalui berbagai program pembangunan yang tercantum dalam rencana pembangunan daerah dan dukungan nasional seperti Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Inisiatif ini menjadi modal penting untuk memperluas akses wisata, memperkenalkan budaya lokal, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor.
Data ini membuktikan bahwa Aceh bukan hanya aman dan damai, tetapi juga berdaya saing tinggi. Dengan kombinasi pesona alam, budaya yang kaya, dan dukungan ekonomi yang stabil, Aceh kini berdiri sebagai gerbang baru investasi dan pariwisata di ujung barat Indonesia—sebuah daerah yang siap menyambut dunia dengan senyum dan ketulusan.
Reporter: Mirzuanda. R

































