TERBARU

InternasionalNews

Jenderal Militer Israel Mundur Usai Bocorkan Rekaman Penyiksaan di Penjara Sde Teiman

ORINEWS.id – Pejabat hukum tertinggi militer Israel, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mengundurkan diri dari Pasukan Pendudukan Israel (IOF) setelah mengakui bertanggung jawab atas kebocoran video pengawasan yang memperlihatkan penyiksaan terhadap seorang tahanan Palestina di fasilitas penahanan Sde Teiman pada 2024.

Dikutip dari Al Mayadeen, Jumat, 31 Oktober 2025, pengunduran diri tersebut terjadi di tengah penyelidikan kriminal terkait bocornya video yang menunjukkan tentara Israel memukuli tahanan secara brutal sambil menutupi aksi mereka dari kamera pengawas menggunakan perisai anti huru hara.

Tomer-Yerushalmi telah mengambil cuti sejak awal pekan ini ketika polisi mulai menyelidiki bagaimana rekaman itu bisa sampai ke media. Ia dijadwalkan akan diperiksa lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Dalam surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Kepala Staf IOF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, Tomer-Yerushalmi menulis:

“Saya menyetujui rilis materi ke media dalam upaya untuk melawan propaganda palsu yang ditujukan kepada otoritas penegak hukum militer… Saya bertanggung jawab penuh atas materi apa pun yang dirilis ke media dari dalam unit.”

Baca Juga
Firli Bahuri Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polda Metro Jaya

Militer Israel menyatakan bahwa pengunduran dirinya langsung diterima. Zamir disebut akan segera menunjuk pengganti guna menstabilkan Kantor Advokat Jenderal Militer.

Investigasi atas Pelanggaran di Sde Teiman Diperluas

Kebocoran video tersebut menjadi bagian dari penyelidikan lebih luas mengenai pelanggaran hak asasi manusia di fasilitas penahanan Sde Teiman, tempat Israel menahan lebih dari 1.000 warga Palestina dari Jalur Gaza sejak perang pecah pada 2023.

Rekaman yang tayang pada Agustus 2024 itu memperlihatkan seorang tahanan berbaring tengkurap sebelum dikepung oleh tentara yang menggunakan perisai anti huru hara. Ia kemudian diseret, dipukuli dengan kejam, dan dilecehkan secara seksual. Tahanan tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka berat.

Lima prajurit cadangan IOF telah didakwa atas penyerangan pada 5 Juli 2024. Dakwaan itu didasarkan pada dokumentasi visual dan laporan medis hasil penyelidikan Polisi Militer.

Skandal penyiksaan di Sde Teiman memicu kemarahan pengamat hak asasi manusia. Fasilitas yang didirikan untuk menahan militan Palestina yang diduga terlibat dalam perang di Gaza itu dituduh melakukan praktik penganiayaan sistematis, termasuk penggunaan pengekangan ekstrem, penolakan perawatan medis, pemukulan, pelecehan seksual, dan hukuman tanpa dasar hukum.

Baca Juga
Korupsi Wastafel, Eks Kadisdik Aceh Divonis 4 Tahun Penjara dan Dijeblos ke Lapas Lambaro

Poligraf Shin Bet Ungkap Kebocoran

Penyelidikan kebocoran video dipicu oleh kegagalan tes poligraf seorang perwira di kantor Advokat Jenderal Militer yang diduga sebagai juru bicara Tomer-Yerushalmi. Meski tak terkait langsung dengan kasus Sde Teiman, hasil poligraf itu memunculkan kecurigaan bahwa ia mengetahui tentang kebocoran rekaman tersebut.

Kepala Shin Bet yang baru, David Zini, dilaporkan menyerahkan temuan itu kepada Kepala Staf Zamir, yang kemudian berkonsultasi dengan Jaksa Agung Gali Baharav-Miara. Penyelidikan formal atas kebocoran pun dimulai.

Menteri Keamanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mendukung pemecatan Tomer-Yerushalmi dan menudingnya telah merusak citra militer.

“Siapa pun yang menyebarkan fitnah berdarah terhadap tentara IDF tidak layak mengenakan seragam IDF,” ujar Katz setelah pengunduran diri tersebut. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks