TERBARU

Hukum

KPK Ungkap Tambang Emas Ilegal Dekat Sirkuit Mandalika, Libatkan WN Cina dan Produksi 3 Kg Per Hari

ORINEWS.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan aktivitas tambang emas ilegal berskala besar yang beroperasi di wilayah Sekotong, Lombok, hanya sekitar satu jam dari kawasan Sirkuit Mandalika. Tambang tersebut diduga melibatkan warga negara (WN) Cina dan diperkirakan mampu menghasilkan hingga 3 kilogram emas setiap hari.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Supervisi (Korsup) Wilayah V KPK, Dian Patria, mengatakan penemuan ini berawal dari laporan insiden pembakaran basecamp atau markas pekerja tambang yang dihuni oleh WN Cina pada Agustus 2024.

“Kita Oktober 2024 ke Sekotong, NTB. Karena saya dapat laporan bulan Agustus, waktu itu ada pembakaran basecamp emas… yang diisi orang-orang Cina,” kata Dian dalam keterangannya yang dikutip dari konteks Kamis, 23 Oktober 2025.

Kronologi Penemuan Tambang Ilegal

Setelah dilakukan penelusuran, kata Dian, basecamp tersebut ternyata merupakan bagian dari operasi tambang emas ilegal yang berlokasi tidak jauh dari Mandalika.

Baca Juga
Hasto Kristiyanto Jadi Tersangka, PDIP: Tunggu Arahan Megawati soal Sikap Partai
DONASI TAHAP KEDUA

“Saya enggak pernah nyangka di Pulau Lombok, satu jam dari Mandalika ada tambang emas besar baru tahu saya,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, KPK segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan koordinasi lintas sektor agar pencegahan dapat dilakukan secara lebih luas.

Menurut Dian, kasus tambang ilegal ini tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana korupsi, tetapi juga menyentuh aspek kejahatan sektoral lain seperti kehutanan, perusakan lingkungan, dan penggelapan pajak.

“Ternyata bisa 3 kg emas satu hari. Ternyata di Lombok itu banyak tambang emas ilegal,” ungkapnya.

Dian juga menyoroti ironi di lapangan. Meskipun beberapa lokasi tambang disebut sebagai “wilayah pertambangan masyarakat”, namun ia menemukan hal janggal saat berinteraksi dengan para pekerjanya.

“Tapi terus terang, kalau beberapa yang saya ketemu kok rakyatnya nggak bisa bahasa Indonesia ya. Jadi, enggak tahu rakyatnya yang mana ini maksudnya,” pungkasnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks