TERBARU

Lingkungan

Wali Nanggroe dan Kapolda Aceh Bahas Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir

ORINEWS.id – Menyikapi meningkatnya intensitas hujan di berbagai wilayah Aceh, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Aceh, Senin pagi, 20 Oktober 2025.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut langsung oleh Kapolda Aceh Irjen. Pol. Marzuki Ali Basyah bersama jajaran pejabat utama Polda.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua pemimpin membahas langkah-langkah strategis menghadapi musim hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini. Diskusi meliputi upaya mitigasi bencana banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah, serta penanganan risiko tanah longsor di kawasan perbukitan.

Wali Nanggroe menekankan bahwa curah hujan tinggi tidak hanya berdampak pada keselamatan warga, tetapi juga dapat mengganggu rantai distribusi kebutuhan pokok.
“Jika jalur distribusi terganggu, dampaknya bisa meluas terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tgk. Malik Mahmud.

Baca Juga
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Aceh Capai 4,82 Persen
DONASI TAHAP KEDUA

Kapolda Aceh Irjen. Pol. Marzuki Ali Basyah, yang didampingi Dirpamobvit KBP Aries Setyo Budi, Dirbinmas KBP Donny Siswoyo, dan Dirintel KBP Said Anna Fauza, menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung langkah-langkah mitigasi dan penanganan darurat bencana di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Nanggroe turut didampingi Staf Khusus Dr. M. Raviq, Khatibul Wali Abdullah Hasbullah, dan Kasubag Kerjasama Leina Sari.

Berdasarkan hasil pembahasan, beberapa daerah yang mendapat perhatian khusus meliputi Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Kota Langsa, dan Lhokseumawe—wilayah yang kerap terdampak peningkatan debit air sungai. Adapun masyarakat di Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Pidie Jaya juga diminta lebih waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang.

Melalui pernyataan bersama, Wali Nanggroe dan Kapolda mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di area lereng dan sekitar sungai ketika awan hitam mulai menutupi kawasan pegunungan.

“Kesiapsiagaan dini dan langkah pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat,” ujar Wali Nanggroe.

Baca Juga
Empat Kantor Pertanahan di Aceh Luncurkan Layanan Elektronik

Pertemuan ini memperkuat koordinasi antara Lembaga Wali Nanggroe dan Polda Aceh dalam mempercepat sistem peringatan dini bencana, memperkuat ketahanan sosial, serta memastikan keamanan masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem.

“Kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong adalah kekuatan Aceh dalam menghadapi setiap tantangan,” tutup Wali Nanggroe. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks