TERBARU

InternasionalNews

Penjajah Israel Culik 443 Aktivis Armada Kemanusiaan Gaza, Kecaman Dunia Menggema

ORINEWS.id – Armada Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel mencegat kapal-kapal “konvoi damai” di perairan internasional dan kemudian menculik ratusan sukarelawan.

Mengutip Al Mayadeen, Jumat, 3 Oktober 2025, menurut laporan armada tersebut, lebih dari 443 peserta dari 47 negara kini ditahan secara ilegal oleh otoritas Israel setelah kapal-kapal itu disita. Laporan itu menyerukan intervensi internasional yang mendesak untuk menjamin keselamatan para sukarelawan yang ditahan oleh “Israel” serta memastikan pembebasan mereka segera.

Sebaliknya, Kementerian Luar Negeri pendudukan Israel menyatakan bahwa “tidak ada satu pun kapal dalam armada bantuan Gaza yang berhasil mencapai sektor tersebut,” seraya menambahkan bahwa “hanya satu kapal yang tersisa di kejauhan, dan jika kapal tersebut mencoba melanggar blokade Gaza, kapal tersebut juga akan dicegat.” Kementerian Luar Negeri mengklaim para peserta armada dalam kondisi baik dan sedang dibawa ke pelabuhan-pelabuhan Israel untuk dideportasi ke Eropa.

Kecaman Dunia

Pembajakan kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza setelah lebih dari tujuh bulan pengepungan Israel memicu protes diplomatik dan publik. Aksi itu menimbulkan demonstrasi, protes, serta pemogokan di banyak negara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras tindakan Israel. “Serangan ‘Israel’ terhadap warga sipil di perairan internasional membuktikan bahwa aparatus genosida berada dalam kondisi yang sangat gencar untuk menutupi kejahatannya di Gaza,” ujarnya dalam pertemuan pimpinan provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK).

Baca Juga
Hamas: Gencatan Senjata dengan Israel Dimulai Kamis Besok

“Pemerintah Netanyahu yang melakukan genosida tidak dapat menoleransi sekecil apa pun peluang perdamaian,” lanjut Erdogan. “Armada Sumud Global sekali lagi menunjukkan kepada dunia kebrutalan di Gaza dan wajah pembunuh Israel,” tambahnya.

“Kami tidak akan meninggalkan saudara-saudari Palestina kami dan akan bekerja sekuat tenaga untuk mengamankan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian,” katanya. Otoritas Turki juga menegaskan memantau perkembangan untuk memastikan warganya yang berada di dalam armada tidak terluka.

Negara Arab dan Asia

Menteri Luar Negeri Kuwait Abdullah al-Yahya menegaskan, negaranya mengerahkan segala upaya untuk memastikan keselamatan dan pembebasan warga Kuwait yang berada di antara Armada Sumud.

Mufti Besar Kesultanan Oman, Sheikh Ahmad al-Khalili, menyebut serangan Israel terhadap Armada Sumud sebagai pelanggaran tugas kemanusiaan. Ia menekankan perlunya upaya bersama dunia bebas untuk menghentikan penangkapan brutal itu, serta menegaskan tanggung jawab dunia Arab-Islam telah berlipat ganda.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa pihaknya “menekankan pentingnya keselamatan para peserta armada yang menuju Gaza dan pembebasan mereka segera dari penahanan.”

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengutuk keras intersepsi Israel terhadap kapal yang membawa setidaknya delapan warga Malaysia. “Kapal-kapal ini membawa warga sipil tak bersenjata dan pasokan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa untuk Gaza, namun mereka menghadapi intimidasi dan paksaan,” ujarnya. Malaysia, katanya, akan menggunakan segala cara untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Baca Juga
Infrastruktur di Gaza Hancur Akibat Serangan Israel

Sikap Eropa

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan keprihatinan mendalam atas penyitaan armada bantuan yang menuju Gaza, dengan menekankan pentingnya penyelesaian yang aman. Inggris juga menghubungi keluarga warga negaranya yang berpartisipasi dalam armada tersebut.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengumumkan bahwa Israel telah menahan 22 warga Italia yang merupakan bagian dari Armada Sumud dan memastikan mereka akan dideportasi dalam beberapa hari.

Kementerian Luar Negeri Jerman dalam pernyataan terpisah meminta Israel memperlakukan para aktivis secara baik dan proporsional.

Amerika Latin dan Afrika

Kementerian Luar Negeri Meksiko menuntut agar hak-hak warga negaranya yang berada di armada tersebut dihormati. Pemerintah Brasil mendesak Israel segera mencabut semua pembatasan masuk dan distribusi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebut intersepsi Israel sebagai “kejahatan serius terhadap solidaritas global dan sentimen kemanusiaan yang bertujuan untuk meringankan penderitaan di wilayah tersebut.”

Ia mendesak pembebasan segera seluruh aktivis, termasuk Nkosi Zwelivelile Mandela, cucu mendiang Nelson Mandela, yang turut berada di kapal tersebut. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks