ORINEWS.id – Pemerintah Aceh meluncurkan Program Optimalisasi Aset Strategis atau Pro-Aset untuk memastikan aset milik daerah dapat dikelola lebih baik dan berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Biro Umum Setda Aceh, T. Adi Darma, mengatakan program ini akan memetakan aset yang dimiliki agar lebih terukur dan transparan.
“Dengan meluncurkan Pro-Aset, maka upaya optimalisasi aset Pemerintah Aceh bisa terpetakan dengan baik,” ujar Darma seusai rapat pembentukan Tim Efektif Pro-Aset di Kantor Setda Aceh, Selasa, 16 September 2025.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah Mess Perwakilan Pemerintah Aceh di Medan. Dengan fasilitas setara hotel bintang tiga, mess tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber PAD.
Selain itu, tambahnya, dengan Pro-Asset, maka pendataan dan pengelolaan menjadi lebih mudah, transparan dan terukur karena program ini menitikberatkan pada sistem pelaporan berkala yang memuat berbagai data yang diperlukan.
“Ke depan, Mess Penghubung akan kita tata lebih baik lagi, fasilitasnya akan terus kita lengkapi. Salah satunya mungkin dengan menambah fasilitas pembayaran via barcode qris serta menyediakan atm Bank Aceh,” kata Darma.
“Aset lain yang bisa kita optimalkan sebagai sumber PAD adalah Balee Meuseuraya Aceh. Namun, ini masih membutuhkan regulasi lebih lanjut. Tim Pro-Asset nanti akan mengkajinya serta berkoordinasi dengan SKPA dan BUMD terkait regulasi dan pengelolaannya. Karena pemerintah tidak bisa mengelola, tentu kita akan menunjuk pihak ketiga nantinya,” ungkapnya.
Darma menjelaskan, Pro-Asset merupakan program perubahan yang ia susun untuk menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan XXIV, yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Dengan pembentukan Tim Pro-Asset yang diisi para birokrat berpengalaman, Karo Umum optimis upaya penataan dan pengelolaan aset Pemerintah Aceh bisa lebih baik dan berhasil guna, khususnya untuk menambah PAD.
“Terima kasih dan selamat bekerja kepada Tim Pro-Asset, mari kita bekerja semaksimal mungkin agar aset Pemerintah Aceh bisa terdata dan tertata dengan baik, sekaligus menjadi sumber PAD yang nantinya akan bisa dinikmati masyarakat melalui program-program yang dirumuskan pemerintah,” pungkas Adi Darma. []

































