TERBARU

InternasionalNews

Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Gaza Sejak 6 Agustus

ORINEWS.id – Agresi militer Israel di Jalur Gaza terus meningkat. Sedikitnya 50 orang tewas sejak Minggu pagi, 24 Agustus 2025, dalam rangkaian serangan udara berkelanjutan yang menyasar rumah-rumah warga sipil. Kondisi ini memicu peringatan akan memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Mengutip Almayadeen.net, pesawat tempur Israel menggempur kawasan al-Zaytoun di tenggara Kota Gaza, disertai penembakan artileri ke arah al-Shujaiya di timur kota. Serangan juga melanda lingkungan Sabra di Gaza selatan. Delapan warga Palestina dilaporkan gugur dan sejumlah lainnya luka-luka setelah rumah-rumah di sekitar Jalan Al-Qayid dibombardir.

Koresponden Al Mayadeen menyebut pesawat nirawak (drone) quadcopter Israel turut menembaki area timur kota. Di wilayah Abu Sharia’a, Sabra, beberapa warga Palestina juga dilaporkan meninggal dunia dan lainnya terluka akibat serangan.

Tak hanya itu, di Jabalia al-Nazla, Gaza utara, sedikitnya 11 rumah hancur akibat serangan udara sejak pagi. Di Gaza bagian tengah, pasukan Israel menargetkan warga sipil yang tengah menunggu bantuan di Kissufim, timur Deir al-Balah. Serangan itu menewaskan sejumlah warga dan melukai puluhan lainnya.

Baca Juga
Kapolri Pastikan Siap Amankan Kepulangan Kepala Negara dan Delegasi KTT ASEAN

Rumah Sakit Hamad di Gaza utara melaporkan menerima enam jenazah dan 86 korban luka dari lokasi serangan. Semua korban merupakan warga yang sedang menunggu bantuan.

Serangan juga dilancarkan ke Khan Younis, Gaza selatan. Sejumlah bangunan tempat tinggal hancur akibat gempuran udara Israel.

Tidak Ada Wilayah Aman di Gaza

Juru bicara Pertahanan Sipil di Jalur Gaza mengonfirmasi bahwa pasukan Israel sedang mengintensifkan serangan udara mereka di Kota Gaza. Mereka telah menghancurkan lebih dari 1.000 bangunan di permukiman al-Zaytoun dan Sabra sejak 6 Agustus.

Ia juga menunjukkan bahwa kru Pertahanan Sipil masih belum mampu mengevakuasi ratusan jenazah yang terperangkap di bawah reruntuhan akibat pemboman yang terus berlanjut dan kurangnya peralatan, menyoroti permohonan bantuan yang terus berlanjut terkait orang hilang dan korban jiwa di wilayah timur Kota Gaza, khususnya di al-Zaytoun dan Sabra. Tim penyelamat belum dapat menjangkau mereka karena kondisi lapangan yang berbahaya.

Baca Juga
Temu Karya Taman Budaya Ditutup, Kadisbudpar: Aceh Sangat Ramah Terhadap Pendatang

Pertahanan Sipil juga memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan semakin memburuk dan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas serangan terus-menerus pasukan Israel ke Kota Gaza, sementara tim lapangan mereka tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi intensitas pemboman Israel yang terus berlanjut.

“Tidak ada wilayah aman di Jalur Gaza, karena serangan udara Israel terus mengejar warga sipil di rumah, tempat penampungan, dan bahkan tenda-tenda pengungsian,” ujarnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks