TERBARU

InternasionalNews

Israel Kembali Membunuh Jurnalis di Gaza, Jumlah Korban Tewas Capai 240 Orang

ORINEWS.id – Jumlah jurnalis yang tewas di Jalur Gaza sejak awal perang meningkat menjadi 240 orang. Angka itu bertambah setelah fotografer Khaled Muhammad al-Madhoun yang bekerja untuk Palestine TV dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel.

Mengutip almayadeen.net, Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis di wilayah tersebut. Mereka menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab, dan lembaga pers dunia untuk mengutuk apa yang disebut sebagai “kejahatan sistematis” Israel.

“Pendudukan Israel, pemerintah Amerika Serikat, serta negara-negara yang terlibat dalam genosida seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan yang mengerikan dan brutal ini,” tulis pernyataan resmi, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Seruan ke Komunitas Internasional

Kantor Media Pemerintah Gaza juga mendesak komunitas internasional serta organisasi yang menaungi jurnalis untuk menuntut Israel di pengadilan internasional. Mereka meminta adanya tekanan efektif untuk menghentikan perang, melindungi pekerja media, dan mengakhiri aksi pembunuhan terarah terhadap jurnalis.

Baca Juga
Oknum Militer Diduga Sudah Keluar Barak dan Mulai Masuk ke Kampus, Benarkah UU TNI Jadi Alat Intervensi?
DONASI TAHAP KEDUA

“Perlindungan terhadap jurnalis di Jalur Gaza sangat mendesak untuk mencegah berlanjutnya genosida,” bunyi pernyataan itu.

Upaya Membungkam Suara Gaza

Menurut otoritas Gaza, pembunuhan jurnalis merupakan bagian dari upaya Israel membungkam kebenaran. Sebelumnya, serangan Israel menewaskan jurnalis Anas al-Sharif, Mohammad Qraiqea, fotografer Mohammad Nawfal, dan Ibrahim Daher.

Selain penyerangan langsung, Israel disebut membatasi akses media internasional. Sky News, misalnya, dilarang merekam gambar udara pengiriman bantuan ke Gaza. “Israel memperingatkan bahwa rekaman udara apa pun dari Gaza akan membuat pengiriman bantuan batal,” kata koresponden Sky News, Sally Lockwood.

Jurnalis Anas al-Sharif bahkan sempat menjadi target kampanye hasutan Israel yang menuduhnya sebagai anggota sayap bersenjata Hamas. Ia membantah tuduhan itu sebelum akhirnya tewas dalam serangan.

Korban Tertinggi dalam Sejarah Perang

Jumlah jurnalis yang tewas di Gaza disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peperangan. Angkanya melebihi total jurnalis yang terbunuh dalam Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, Perang Afghanistan, dan Perang Yugoslavia jika digabungkan. []

Baca Juga
Prabowo-Megawati Dijadwalkan Bertemu Sebelum Pelantikan Presiden

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks