TERBARU

Gaya HidupSehat

Empat Hari Makan Junk Food, Memori Otak Bisa Terganggu

ORINEWS.id – Gurihnya kentang goreng dan renyahnya keripik memang sulit ditolak. Namun, sebuah penelitian terbaru dari University of North Carolina’s School of Medicine menemukan fakta mengejutkan: konsumsi junk food selama hanya empat hari dapat merusak memori otak.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuron ini menyoroti kaitan antara pola makan tinggi lemak dengan fungsi kognitif otak. Menurut peneliti utama Juan Song, junk food dapat membuat sekelompok sel otak di hippocampus, yang disebut CCK interneurons, menjadi terlalu aktif.

Masalah muncul ketika sel-sel ini kehilangan kemampuan menerima glukosa. Padahal, glukosa merupakan bahan bakar penting agar otak dapat memproses memori dengan baik. Akibatnya, kemampuan hippocampus untuk menyimpan dan mengolah memori terganggu.

“Kami sudah tahu bahwa diet dan metabolisme berpengaruh pada kesehatan otak. Tapi kami tak menyangka ada kelompok sel otak yang sangat rentan dan bisa berubah begitu cepat hanya karena pola makan tinggi lemak dalam jangka pendek,” jelas Song, mengutip cnnindonesia, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga
Pengaruh Daya Tahan Otot Terhadap Metabolisme Tubuh
DONASI TAHAP KEDUA

Perubahan aktivitas sel otak dalam penelitian ini terjadi sangat cepat, hanya dalam hitungan hari. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko penurunan fungsi memori hingga penyakit neurodegeneratif seperti demensia bisa meningkat.

“Temuan ini menunjukkan betapa cepat makanan yang kita konsumsi bisa memengaruhi kesehatan otak. Intervensi dini penting untuk melindungi memori dan mengurangi risiko masalah kognitif jangka panjang,” tambah Song.

Meski demikian, penelitian ini tidak serta-merta melarang konsumsi junk food. Sesekali menikmati burger, kentang goreng, atau camilan manis diperbolehkan, yang terpenting adalah menjaga porsi agar tetap wajar. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks