TERBARU

NasionalNews

HT Ibrahim Perjuangkan Guru Honorer SLB Terdaftar di BKN dan Ikut Seleksi PPPK

ORINEWS.id – Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Demokrat, HT. Ibrahim, yang akrab disapa Ampon Bram, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib guru honorer Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia, khususnya di Aceh.

Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja dapil Aceh 1 di SLB-CD YPAC Banda Aceh, Jl. Banda Aceh – Medan KM 4,5, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, Senin (29/9/2025).

Dalam dialog bersama Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan tenaga honorer SLB, Ampon Bram menyerap aspirasi terkait kesejahteraan dan kepastian status guru honorer yang selama ini masih terpinggirkan oleh regulasi. Ia menilai pemerintah pusat perlu memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus dan tenaga pendidik yang mendampingi mereka.

“Anak-anak luar biasa adalah amanah bangsa. Mereka tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga kasih sayang. Maka perjuangan guru-guru honorer di SLB bukan sekadar profesi, melainkan ibadah. Regulasi tidak boleh mengabaikan pengabdian mereka,” ujar HT. Ibrahim.

Baca Juga
Aceh Berduka, Ulama Kharismatik Abu Kuta Krueng Meninggal Dunia
DONASI TAHAP KEDUA

Ampon Bram menegaskan akan menyampaikan aspirasi para guru honorer tersebut ke Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan. Ia menekankan pentingnya kepastian status guru honorer agar mereka dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tetap mengabdi di sekolah masing-masing.

“Saya akan memperjuangkan agar tenaga honorer SLB segera terdaftar di BKN, sehingga berhak ikut seleksi PPPK. Tidak boleh lagi mereka digantikan begitu saja oleh formasi baru tanpa mempertimbangkan dedikasi bertahun-tahun,” kata Ampon Bram.

Seorang guru honorer SLB di Banda Aceh yang telah mengabdi lebih dari satu dekade menyampaikan harapannya.

“Kami sudah lama mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan sepenuh hati. Namun status kami masih belum jelas. Kami memohon agar pemerintah memberi jalan agar kami bisa ikut PPPK dengan terdaftar di BKN dan tetap mengajar di sekolah tempat kami dibutuhkan,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan pendidikan inklusif tidak bisa dilepaskan dari perlindungan hak-hak guru honorer. Bagi Ampon Bram, pendidikan anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari pembangunan manusia yang harus mendapat perhatian nasional. []

Baca Juga
Reses DPR-RI: HT Ibrahim Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks