ORINEWS.id – Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, ditunjuk untuk memimpin pemerintahan transisi di Jalur Gaza pascaperang. Penunjukan Blair dimaksudkan untuk mengawasi proses rekonstruksi dan menata mekanisme politik sementara sebelum kekuasaan diserahkan kembali kepada Otoritas Palestina.
Sejumlah laporan media, termasuk New Arab dan The Times of Israel, menyebut Blair akan memimpin sebuah badan yang disebut Otoritas Transisi Internasional Gaza. Lembaga itu dirancang berfungsi selama beberapa tahun dengan mandat PBB, kemudian menyerahkan kendali penuh kepada Otoritas Palestina di Ramallah, Tepi Barat.
Rencana ini muncul dari diskusi Blair dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pihak-pihak lain mengenai mekanisme transisi pascaperang. Blair disebut-sebut mendapat dukungan dari negara-negara Teluk dan PBB untuk menjalankan otoritas tersebut.
Menurut laporan The Economist, Otoritas Transisi Internasional Gaza akan memiliki dewan beranggotakan tujuh orang dengan sekretariat hingga 25 orang. Pada tahap awal, badan itu akan beroperasi dari Mesir, dekat perbatasan Gaza, sebelum dipindahkan ke wilayah Gaza setelah situasi dianggap aman.
Mantan Kepala Mossad Yossi Cohen mendukung gagasan penunjukan Blair. Dalam wawancaranya dengan BBC, Cohen menyebut Blair “orang luar biasa” yang dapat memberikan harapan baru bagi Gaza jika bersedia menanggung tanggung jawab besar tersebut.
Meski demikian, keterlibatan Blair juga menuai sorotan. Rekam jejaknya dalam invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003 masih membekas. Penyelidikan resmi di Inggris menemukan Blair bergabung dalam perang dengan dasar intelijen yang cacat.
Blair sebelumnya pernah menjabat sebagai utusan khusus masyarakat internasional untuk Timur Tengah dari 2007 hingga 2015. Dalam kapasitas itu, ia berfokus pada pembangunan ekonomi dan institusi Palestina guna menyiapkan landasan menuju pembentukan negara Palestina.
Belum ada konfirmasi resmi dari lembaga nirlaba milik Blair, Tony Blair Institute for Global Change, terkait kesediaannya memimpin badan transisi di Gaza. Namun, laporan media Israel menyebut Blair telah aktif menyusun skema perdamaian bersama pihak-pihak internasional untuk menghentikan konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. []


































