TERBARU

InternasionalNews

Serangan Penjajah Israel Meningkat, MSF Terpaksa Tinggalkan Gaza

ORINEWS.id – Doctors Without Borders (MSF) mengumumkan penghentian operasi medis penyelamatan nyawa di Kota Gaza menyusul meningkatnya agresi Israel di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil karena pasukan Israel semakin mengepung klinik-klinik dan menempatkan pasien serta staf dalam risiko yang parah.

Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa 55 warga Palestina tewas di Gaza sejak Sabtu dini hari, menyusul serangan intensif pasukan pendudukan Israel. Pesawat tempur Israel mengebom rumah keluarga al-Sharafa di Jalan Hajar, timur Kota Gaza, menewaskan 11 orang dan melukai beberapa lainnya. Tim pertahanan sipil melaporkan 13 orang masih hilang di bawah reruntuhan.

Selain itu, serangan quadcopter Israel terjadi di dekat Kompleks Medis al-Sahaba di al-Daraj, sementara tank menembaki area sekitar Rumah Sakit Al-Quds di Tal al-Hawa. Pengeboman di utara kamp pengungsi al-Nuseirat menewaskan tiga warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dan Rumah Sakit Al-Awda melaporkan satu korban tewas serta 10 orang luka-luka akibat serangan di dekat Koridor Netzarim.

“Risiko yang tidak dapat diterima ini membuat kami dengan berat hati menghentikan kegiatan penyelamatan nyawa di Kota Gaza,” kata MSF pada Jumat (26/9/2025), seraya mencatat tank Israel kini berada kurang dari satu kilometer dari fasilitas mereka.

Baca Juga
Jaksa Tahan Tersangka Korupsi APBG Gampong Seurapong Aceh Besar

Jacob Granger, koordinator darurat MSF, menekankan keputusan itu diambil karena klinik mereka dikepung pasukan Israel, sementara kebutuhan medis di Kota Gaza sangat besar, termasuk bayi dalam perawatan neonatal, pasien trauma, dan korban luka parah.

Meskipun banyak penduduk mengungsi ke selatan, ratusan ribu orang tetap terjebak di Kota Gaza. MSF menegaskan bahwa warga menghadapi pilihan mustahil: tetap di bawah operasi militer yang intens atau meninggalkan sisa rumah dan harta benda mereka.

Selama serangan berlangsung, klinik MSF menangani lebih dari 3.600 konsultasi dan 1.655 kasus malnutrisi minggu lalu, termasuk pasien trauma, luka bakar, dan ibu hamil. MSF memperingatkan rumah sakit di Gaza sudah kewalahan karena kekurangan staf, persediaan, dan bahan bakar.

“Masyarakat di Kota Gaza telah berulang kali dibom dan sengaja dirampas dari kebutuhan pokok mereka,” tegas MSF. Organisasi itu menyerukan gencatan senjata segera dan menuntut Israel memastikan akses dan keamanan bagi organisasi kemanusiaan, serta kondisi yang layak untuk pemberian perawatan medis.

Baca Juga
Jembatan Gantung Ambruk di Tempat Wisata Lubuklinggau, Puluhan Orang Terluka

Sementara menangguhkan operasi di Kota Gaza, MSF tetap mendukung rumah sakit dan klinik lapangan di Gaza tengah dan selatan, termasuk di Khan Younis dan Deir al-Balah. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks