TERBARU

InternasionalNews

Italia dan Spanyol Kerahkan Kapal Perang Kawal Armada Global Sumud Flotilla ke Gaza

ORINEWS.id – Italia dan Spanyol sepakat mengerahkan kapal perang untuk mengawal armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Keputusan itu diumumkan secara terpisah oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani.

Berbicara kepada wartawan di New York saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Sanchez menegaskan bahwa angkatan laut Spanyol akan bergabung dengan Italia demi menjamin keselamatan armada GSF.

“Pemerintah Spanyol menuntut agar hukum internasional dipatuhi dan hak warga negara kami untuk bernavigasi di Mediterania dalam kondisi aman dihormati,” kata Sanchez, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 25 September 2025.

Ia menyebutkan Spanyol akan mengirimkan kapal angkatan laut dari Cartagena dengan perlengkapan penuh untuk membantu armada GSF, termasuk dalam operasi penyelamatan jika diperlukan.

Sementara itu, Tajani menegaskan alasan Italia mengambil langkah serupa karena ada warga Italia, anggota parlemen, serta anggota Parlemen Eropa yang ikut serta dalam armada tersebut.

Baca Juga
Viral Momen Zulkifli Hasan Kumpulkan Snack Sisa Rapat

“Demi memastikan keselamatan mereka, Kementerian Luar Negeri telah memberi tahu otoritas Israel bahwa setiap operasi yang dipercayakan kepada pasukan Israel harus dilakukan sesuai hukum internasional dan prinsip kehati-hatian mutlak,” ujar Tajani dalam keterangan resmi.

Angkatan Laut Italia memastikan akan mengirimkan satu kapal fregat untuk mendukung operasi penyelamatan. Tajani juga telah meminta Kedutaan Besar Italia di Tel Aviv mengumpulkan informasi sekaligus mendesak Israel menjamin perlindungan penuh bagi semua orang di dalam armada.

Sebelumnya, armada GSF dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran serangan drone di perairan internasional. Pada Rabu malam, 24 September 2025, para aktivis di dalam armada menyebut gelombang serangan yang diduga dilakukan drone Israel itu sebagai “eskalasi yang sangat berbahaya.”

Mereka melaporkan sejumlah kapal menjadi target drone yang terbang rendah dan menjatuhkan peledak jenis flashbang. Serangan tersebut juga mengacaukan jaringan radio antar kapal, sehingga menyulitkan komunikasi di dalam armada. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks