TERBARU

InternasionalNews

Tentara Cadangan Israel Tolak Perintah Netanyahu untuk Berperang di Gaza

ORINEWS.id – Penolakan terhadap kebijakan perang Israel di Gaza semakin meluas. Ratusan tentara cadangan dan kelompok ibu-ibu secara terbuka menyatakan menolak panggilan untuk bertugas di Gaza, menurut laporan The Independent, Jumat, 12 September 2025.

Meski belum ada data resmi, sejumlah kelompok akar rumput muncul dan mendesak para tentara agar menolak perintah militer. Penolakan ini berlangsung di tengah mobilisasi puluhan ribu tentara cadangan untuk operasi militer besar di Kota Gaza.

Aksi protes juga sejalan dengan demonstrasi yang menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperpanjang perang demi kepentingan politik. Kritik diarahkan pada pemerintah yang dinilai abai terhadap keselamatan 48 tawanan yang tersisa, dengan 20 orang diyakini masih hidup. Sejumlah mantan pejabat keamanan memperingatkan operasi tersebut dapat membahayakan para tawanan serta memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Kelompok Soldiers for the Hostages mengaku mewakili lebih dari 360 tentara yang menolak bertugas. Sementara itu, jaringan Save Our Souls (SOS) mengklaim mewakili hampir 1.000 ibu yang menekan pemerintah untuk menghentikan perang yang mereka sebut “tidak perlu”.

Baca Juga
Acara Siraman Al Ghazali Dihadiri Keluarga Besar, Pertemuan Maia dan Mulan jadi Sorotan

“Keputusan melancarkan pendudukan terakhir di Gaza sepenuhnya ilegal dan membahayakan sandera, tentara, dan warga sipil,” kata Ron Feiner, anggota cadangan sekaligus perwakilan Soldiers for the Hostages, dalam konferensi pers awal pekan ini.

Menurut Haaretz, sekitar 350 tentara cadangan menandatangani pernyataan publik pada awal September yang menolak mematuhi keputusan kabinet terkait pendudukan penuh di Gaza. Mereka menolak “Perintah No. 8” yang dapat memaksa mereka kembali bertugas, dengan alasan tidak ada dasar operasional maupun keamanan.

Dor Menachem, tentara cadangan lainnya, menegaskan keputusan untuk menolak panggilan militer berangkat dari nilai yang sama saat mereka pertama kali bertugas. “Nilai-nilai yang sama yang mendorong kami meninggalkan rumah dan keluarga pada 7 Oktober kini mendorong kami untuk mengatakan sudah cukup,” ujarnya.

Kelompok penolak perang ini berencana menggelar aksi di depan Markas Militer Kirya, Tel Aviv, pada 11–13 September untuk menuntut penghentian perang dan pemulangan para tawanan.

Baca Juga
Pergerakan Masyarakat Selama Lebaran 2024 Diprediksi Capai 193,6 Juta Orang

Penolakan terbuka dari tentara cadangan dan keluarga mereka menjadi tantangan serius bagi kebijakan pendudukan Israel di Gaza. Gerakan ini mencerminkan keresahan yang lebih luas di kalangan masyarakat Israel terhadap arah kebijakan militer pemerintah Netanyahu. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks