TERBARU

InternasionalNews

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Qatar, Petinggi Hamas Selamat!

ORINEWS.id – Militer Israel mengumumkan melancarkan serangan udara ke ibu kota Qatar, Doha, pada Senin, 8 September 2025. Serangan itu diklaim menargetkan pimpinan senior Hamas yang sedang berada di kota tersebut.

Channel 12 Israel, mengutip sumber militer, melaporkan bahwa serangan diarahkan kepada anggota delegasi negosiasi Hamas yang tengah membahas proposal gencatan senjata terbaru yang dimediasi Amerika Serikat.

Namun seorang sumber senior Hamas mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa seluruh delegasi selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Koresponden Reuters di Doha melaporkan terdengar ledakan keras di distrik Katara, disertai asap membumbung di udara.

Qatar Mengecam Serangan

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan yang disebut sebagai “tindakan pengecut” Israel. Serangan itu dilaporkan menargetkan kompleks perumahan tempat anggota biro politik Hamas bermukim.

“Qatar tidak akan menoleransi tindakan apa pun yang merusak keamanan dan kedaulatannya,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar.

Baca Juga
Demo Tolak PPN 12 Persen, Mahasiswa ini Ngaku Dipentung Polisi Sampai Kepala Berdarah

Reuters melaporkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Doha mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tetap berada di dalam ruangan dan menghindari pergerakan tidak perlu pascaserangan tersebut.

Serangan dengan Restu Washington

Channel 12 Israel melaporkan, Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau bagi Israel untuk melancarkan operasi tersebut. Washington disebut tetap mengendalikan wilayah udara Qatar sehingga Israel harus berkoordinasi dengan AS sebelum melancarkan serangan.

Trump menegaskan melalui akun Truth Social bahwa Israel telah menerima syarat-syarat gencatan senjata yang diajukannya.

“Sudah saatnya Hamas juga menerima. Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika menolak,” tulis Trump.

Hamas Tegaskan Komitmen Gencatan Senjata

Meski menjadi target serangan, Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada proposal gencatan senjata yang dimediasi para pihak internasional. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut siap menerima ide-ide baru yang disampaikan Amerika melalui mediator, termasuk Mesir dan Qatar.

Gerakan itu menyatakan kesediaannya mengikuti negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif yang mencakup:

  • Pembebasan tahanan dari kedua belah pihak,
  • Penghentian penuh perang,
  • Penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta
  • Pembentukan komite independen Palestina untuk mengelola Gaza.
Baca Juga
Kapolda dan Kajati Aceh Baru Diminta Tuntaskan Kasus PSR

Hamas menambahkan bahwa mereka sebelumnya telah menerima proposal gencatan senjata pada 18 Agustus 2025 di Kairo, namun Israel tidak menanggapi dan justru meningkatkan serangan ke Gaza. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks