TERBARU

InternasionalNews

Tokoh Politik Israel Akui Kegagalan Perang Gaza, Desak Segera Gencatan Senjata

ORINEWS.id – Sejumlah tokoh politik dan keamanan Israel memperingatkan potensi kegagalan dalam perang Gaza yang masih berlangsung. Mereka mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata serta kesepakatan pembebasan tawanan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap mendorong rencananya untuk menginvasi dan menduduki Kota Gaza.

Mengutip almayadeen.net, Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menilai perang di Gaza telah berubah menjadi bumerang bagi negaranya. Ia menyebut perang itu sebagai “Afghanistan-nya Israel.”

“Kesepakatan gencatan senjata di Gaza merupakan kepentingan Israel,” kata Lapid dalam wawancara dengan Channel 12.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Ia menambahkan, “Kami tidak ingin hal ini terjadi pada tentara Israel,” sambil mengenang kekalahan pasukan Amerika Serikat yang melarikan diri dari Afghanistan.

Lapid juga mengakui pemerintah Israel gagal mengalahkan perlawanan Palestina.

“Setelah satu tahun sepuluh bulan, pemerintah ini tidak berhasil mengalahkan Hamas,” ujarnya.

Baca Juga
1 Maret Hari Palang Merah Remaja, Ini Sejarahnya

Gantz Desak Pemerintahan untuk Bebaskan Tawanan

Ketua Partai Biru Putih – Persatuan Nasional, Benny Gantz, menyerukan pembentukan pemerintahan sementara guna fokus pada penyelamatan sandera yang ditahan Hamas di Gaza. Ia mengajak Netanyahu, Lapid, serta Ketua Yisrael Beytenu Avigdor Liberman untuk bersatu dalam pemerintahan enam bulan sebelum pemilu baru.

“Para sandera berada dalam bahaya besar dan saudara-saudara kita terpuruk di bawah beban ini,” kata Gantz.

“Tidak seperti mesin racun, saya tidak ingin menyelamatkan Netanyahu, tetapi menyelamatkan para sandera.”

Menurutnya, pemerintahan sementara itu juga dapat mendorong undang-undang untuk mengatasi masalah perekrutan kelompok ultra-Ortodoks ke dalam militer.

Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang dan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan Foto saat warga berebut bantuan yang didistribusikan ke jalur Gaza FOTOtelegramtangkapan layar
Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, dan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Foto saat warga berebut bantuan yang didistribusikan ke jalur Gaza. FOTO/telegram/tangkapan layar.

Respons Yisrael Beytenu

Menanggapi ajakan Gantz, Partai Yisrael Beytenu menegaskan tidak akan terlibat dalam politik manipulatif.

“Yisrael Beytenu menyerukan agar semua sandera dikembalikan sekarang, tanpa syarat,” kata partai itu dalam pernyataannya.

“Satu-satunya pemerintahan yang akan kami ikuti adalah pemerintahan Zionis yang menyeluruh, dan kami tidak akan terlibat dalam manipulasi apa pun.”

Israel Akan “Membayar Dua Kali Lipat” Jika Menduduki Gaza

Giora Eiland, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, memperingatkan risiko besar jika pemerintah menduduki Gaza. Menurutnya, gagasan untuk memisahkan Hamas dari penduduk Gaza adalah keliru.

Baca Juga
Kelemahan Riset OCCRP yang Jadikan Jokowi Finalis Pemimpin Terkorup 2024

“Gaza adalah Hamas dan Hamas adalah Gaza,” ujarnya kepada Channel 12.

Eiland menilai, menduduki Gaza dengan penduduk yang memusuhi Israel hanya akan menimbulkan masalah baru. “Anda belum menyelesaikan masalah, Anda telah menciptakan masalah,” katanya.

Ia menambahkan, jika pendudukan dilakukan, dunia akan menuntut Israel bertanggung jawab penuh terhadap warga Gaza.

“Anda sekarang bertanggung jawab; Anda harus membayar dan merawat penduduknya,” ujarnya.

Hamas Tak Bisa Dibasmi Total

Saluran 13 Israel juga menyoroti kebuntuan perang Gaza. Setelah hampir dua tahun pertempuran, Hamas disebut masih memiliki puluhan ribu pejuang.

Media itu mengakui mustahil membasmi seluruh anggota Hamas. Bahkan ketika tuntutan itu datang dari Presiden AS Donald Trump sekalipun, “Para pejuang Hamas tidak takut mati,” demikian laporan Channel 13. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks