ORINEWS.id – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang akrab disapa Syeh Muharram ke Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Turki di Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Kamis (5/3/2026). Dalam momentum silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut turut dibahas rencana pelaksanaan khitan massal gratis dengan target lebih dari 1.500 anak di Aceh Besar.
Silaturahmi tersebut turut didampingi Camat Kuta Baro sekaligus membahas tindak lanjut program khitan massal yang sempat tertunda pada tahun lalu. Kegiatan sosial tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Juli mendatang dengan beberapa titik pelaksanaan di wilayah Aceh Besar.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sulaimaniyah yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu pelaksanaan program khitan massal gratis bagi anak-anak di Aceh Besar.
Menurut Syeh Muharram, wilayah Aceh Besar yang cukup luas membuat pelaksanaan kegiatan tersebut perlu dibagi dalam beberapa titik agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Karena Aceh Besar wilayahnya sangat luas, sebaiknya kegiatan ini dibagi di beberapa titik. Kita juga ingin memprioritaskan anak-anak yatim dan fakir miskin yang ada di Aceh Besar,” ujar Syeh Muharram.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyempatkan diri meninjau langsung aktivitas dan suasana di Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah.
Bupati menilai pesantren tersebut memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan pesantren lain yang ada di Aceh, terutama dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.
“Pesantren ini memiliki ciri khas tersendiri dari pesantren lain yang ada di Aceh. Semoga dengan adanya pesantren tahfidz ini generasi selanjutnya dapat menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an,” kata Syeh Muharram.
Sementara itu, Ustadz Abi Hasan menyampaikan bahwa kegiatan khitan massal tersebut direncanakan akan langsung ditangani oleh tujuh orang dokter yang didatangkan dari Turki.
Abi Hasan menjelaskan kegiatan serupa sebelumnya juga telah sukses dilaksanakan tahun lalu di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan peserta mencapai 1.000 anak dari keluarga kurang mampu.
“Untuk sunatan massal kita rencanakan pada bulan Juli karena bertepatan dengan libur semester sekolah. Targetnya lebih dari 1.500 anak yang ada di Aceh Besar dapat mengikuti kegiatan ini,” ungkap Abi Hasan.
Sebagaimana diketahui, hubungan Aceh dan Turki telah terjalin erat sejak ratusan tahun silam, yakni sejak masa Kesultanan Turki Usmani. Hubungan tersebut terus berlanjut hingga saat ini, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan yang dilakukan oleh Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah.
Pasca gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, berbagai bantuan dari Pemerintah Turki dan para donatur juga mengalir ke Tanah Rencong untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana tersebut. []










































































