ORINEWS.id – Datangnya bulan suci Ramadhan memang selalu disambut suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Namun, bulan Ramadhan juga selalu mengingatkan kita kepada salah satu hari paling menyedihkan dalam sejarah Islam.
Sebab, putri kesayangan Rasulullah SAW, yakni Sayyidah Fatimah Az-Zahra, wafat pada 3 Ramadhan tahun 11 Hijriah.
Kepergian Fatimah menimbulkan duka dan kesedihan mendalam bagi umat Islam. Terlebih lagi, ia disebut meninggal dunia tak lama setelah Rasulullah SAW wafat. Berikut ulasan selengkapnya yang dilansir dari berbagai sumber.
Anak Kesayangan Rasulullah
Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah dari istri pertamanya, Khadijah. Ia dilahirkan di Mekah, Arab Saudi, lima tahun sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu pertama sebagai tanda kerasulan.
Dalam sejarah, Rasulullah sangat mencintai Fatimah Az-Zahra. Sosoknya juga begitu dicintai umat Islam karena dianggap merepresentasikan sikap dan keteladanan kedua orang tuanya, yakni Khadijah dan Rasulullah SAW.
Ketika Fatimah dikabarkan wafat, umat Islam pun diliputi kedukaan besar. Apalagi, ia wafat di awal Ramadhan, bulan yang seharusnya menjadi bulan penuh kegembiraan bagi umat Islam.
Saking dicintainya, Fatimah memiliki gelar Az-Zahra yang berarti perempuan putih bercahaya. Ia juga mendapat gelar Al-Batul karena kezuhudannya, yakni sikap menjauh dari gemerlap dunia dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat.
Rasulullah Disebut Sempat Memberi Tahu Fatimah Soal Kematian
Buya Yahya melalui video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV mengatakan bahwa Rasulullah pernah membicarakan soal kematian kepada Fatimah Az-Zahra.
Dikisahkan, saat Rasulullah SAW sakit, Fatimah datang menjenguk ayahnya. Ia menangis tersedu-sedu setelah dibisiki sesuatu oleh Rasulullah. Namun, tak lama kemudian ia justru tertawa setelah kembali dibisiki kalimat lain.
Peristiwa itu membuat Siti Aisyah, salah satu istri Rasulullah yang menyaksikannya, merasa penasaran. Ia mengaku tidak pernah melihat seseorang menangis dan tertawa dalam waktu yang hampir bersamaan.
Rupanya, momen tersebut terjadi setelah Fatimah dibisiki perihal wafatnya Rasulullah dan kabar bahwa dirinya akan menyusul sang ayah. Hal itu baru diceritakan Fatimah kepada Siti Aisyah setelah Rasulullah wafat.
“Waktu itu ayahandaku berkata, ‘Wahai Fatimah, aku sudah dekat akan kembali kepada Allah.’ Aku terpukul karena akan terpisah dengan ayahandaku yang sangat aku cintai, maka menangislah aku. Namun kemudian ayah membisikkan untuk kedua kali, ‘Fatimah, engkau adalah orang pertama yang akan menyusulku.’ Maka saat itu kesedihanku hilang karena aku akan segera menyusul ayahandaku. Maka hari ini aku hanya menanti saat yang dijanjikan itu,” cerita Buya Yahya.
Jatuh Sakit Usai Rasulullah Wafat
Beberapa bulan setelah Rasulullah SAW wafat, Fatimah disebut sempat jatuh sakit. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun kesedihan mendalam usai ditinggal sang ayah disebut-sebut menjadi salah satu alasan.
Dalam satu riwayat dikisahkan, pada pagi 3 Ramadhan tahun 11 Hijriah, Fatimah mandi dan mengenakan pakaian baru. Ia kemudian berbaring di tempat tidur.
Kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib, Fatimah mengatakan bahwa saat-saat kematiannya sudah dekat. Ia juga berpesan agar tidak dimakamkan dengan upacara besar apabila dirinya wafat.
Pada hari itu juga, Fatimah mengembuskan napas terakhir ketika Ali bin Abi Thalib sedang melaksanakan salat di masjid.
Makam Pastinya Tak Diketahui
Mengikuti pesan istrinya, Ali menguburkan Fatimah secara diam-diam tanpa upacara pemakaman. Tidak ada warga Madinah yang mengetahui proses pemakaman tersebut selain Ali dan keluarga terdekat.
Ali juga disebut membuat tiga kuburan palsu agar makam istrinya tidak dapat diidentifikasi. Hal ini sebagaimana tertulis dalam Islamic Shi’ite Encyclopedia (1968–1973).
Hingga kini, pusara Fatimah disebut tidak pernah ditemukan secara pasti. Penyebab awal kematian putri tersayang Rasulullah SAW ini pun masih menyisakan misteri. []










































































