ORINEWS.id – Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama para purna bhakti yang tergabung dalam Forum Mantan Camat (Formancam) Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan itu berlangsung di Balai Arba’in, Gampong Lamsayun, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (23/2/2026).
Tradisi buka puasa bersama pada bulan Ramadhan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh. Beragam menu khas daerah biasanya tersaji saat waktu berbuka, seperti kuah beulangong, aneka kue tradisional, serta kuliner lokal lainnya.
Dalam kegiatan Formancam tahun ini, panitia menyuguhkan menu spesial berupa Bubur Kanji Glee Taron. Hidangan tersebut menjadi sajian utama yang menarik perhatian para tamu.

Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, yang juga anggota Formancam, mengaku terkesan dengan cita rasa bubur tersebut.
“Luar biasa enak dan sangat cocok menjadi menu special berbuka hari ini. Bubur Kanji Glee Taron yang diracik dari 44 jenis daun yang diambil dari Hutan Glee Taron Gampong Leu Ue, kemudian ditambah dengan kacang, daun kates, jagung, dan bumbu lainnya, sungguh memberikan cita rasa khas, enak, mantap,” kata Syukri yang juga pernah menjabat Camat Ingin Jaya dan Darul Imarah.
Ia menambahkan, makanan berbahan tumbuh-tumbuhan alami seperti Bubur Kanji Glee Taron dinilai lebih menyehatkan karena racikan bumbunya dapat menjadi penunjang kesehatan tubuh.
Pada kesempatan itu, Syukri juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan para anggota Formancam yang masih aktif bersilaturahmi meski telah purna tugas.
“Kita patut bangga dengan banyaknya anggota yang hadir sore ini. Semangat persatuan dan kekompakan masih terpatri dalam jiwa kita. Hari ini Balai Arba’in menjadi saksi wujud dari semangat silaturahmi bagi para mantan abdi negara Aceh Besar,” ujarnya.
Ketua Balai Pengajian Arba’in, Marzuki Yahya, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat partisipasi para anggota. Menurut dia, mulai dari gagasan hingga penyiapan menu berbuka merupakan hasil inisiatif bersama anggota Formancam.
Sementara itu, dalam tausiah menjelang berbuka, Irawan Abdullah menyampaikan bahwa ibadah puasa Ramadhan merupakan perintah yang juga pernah diwajibkan kepada umat nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan, esensi puasa menjadi ukuran kesabaran dan integritas seorang Muslim dalam menjalankan kewajiban kepada Allah SWT.
Ketua Panitia Pelaksana, Baharuddin, menyebutkan sedikitnya 80 orang menghadiri buka puasa bersama Formancam Ramadhan 1447 Hijriah tersebut. Sejumlah tamu undangan turut hadir, termasuk Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri. []










































































