InternasionalNews

AS Diperingatkan Risiko Besar di Balik Rencana Serangan Militer ke Iran

ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan serius dari pejabat senior Pentagon terkait risiko besar di balik rencana serangan militer jangka panjang terhadap Iran. Peringatan itu mencakup potensi korban jiwa dari pihak AS dan sekutu, menipisnya stok pertahanan udara, serta kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan melalui diskusi internal di Pentagon dan pertemuan Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, seperti dilaporkan Kyiv Post dan Wall Street Journal, Selasa (24/2/2026).

Para perencana militer AS tengah meninjau berbagai opsi, mulai dari serangan terbatas hingga kampanye udara jangka panjang yang bertujuan melemahkan atau menggulingkan kepemimpinan di Teheran. Namun, Pentagon menyoroti bahwa operasi berkelanjutan akan menekan pasukan AS dan cadangan sistem pertahanan rudal, termasuk Patriot, THAAD, dan SM-3, yang mulai terbatas.

“Penggunaan besar-besaran sistem pertahanan udara di Timur Tengah dapat mengganggu kesiapan AS menghadapi potensi konflik di masa depan, termasuk dengan China,” ujar pejabat Pentagon kepada media.

Baca Juga
Gelar Crisis Management Exercise, Pemerintah Aceh Apresiasi Konsulat Amerika

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan akan membalas setiap serangan AS. Ia menekankan bahwa pasukan Iran mampu menargetkan kapal perang Amerika dan akan mengerahkan rudal dari gudang serta kelompok proksinya di seluruh kawasan sebagai respons.

Pengerahan Militer Terbesar Sejak Perang Irak

Saat ini, AS telah mengerahkan salah satu kekuatan udara dan laut terbesar di Timur Tengah sejak Perang Irak 2003. Penguatan militer mencakup dua gugus tempur kapal induk, termasuk satu yang beroperasi di Laut Mediterania. Kondisi keamanan yang meningkat juga membuat Kementerian Luar Negeri AS mengevakuasi personel non-darurat dan anggota keluarga dari Kedutaan Besar AS di Lebanon pada Senin (23/2/2026).

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan peran Jenderal Caine adalah memberikan penilaian militer yang objektif kepada presiden. Menanggapi hal ini, Trump menyatakan meski Caine lebih memilih menghindari perang, ia yakin AS akan menang mudah melawan Iran.

Diplomasi Tetap Berjalan

Meski ancaman militer menguat, upaya diplomasi masih berjalan. Washington terus bernegosiasi dengan Teheran untuk membatasi program nuklir, kemampuan rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap kelompok proksi. Putaran perundingan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa, di mana Iran diharapkan memaparkan posisinya kepada utusan Trump, Steve Witkoff.

Baca Juga
Iran Ancam Respons Lebih Keras terhadap Strategi 'Tekanan Maksimum'

Hingga saat ini, Trump dilaporkan belum mengambil keputusan final mengenai perintah tindakan militer. []

Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
TanggalImsakSubuhDzuhurAsharMaghribIsya
Memuat data resmi...

Komentari!

Artikel Terkait

Enable Notifications OK No thanks