TERBARU

InternasionalNews

Trump Ancam Iran dengan Konsekuensi “Sangat Traumatis” Jika Gagal Capai Kesepakatan Nuklir

ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran dengan konsekuensi yang disebutnya “sangat traumatis” apabila negara itu gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklir dengan Washington. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis, 12 Februari 2026, sehari setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan ia berharap negosiasi nuklir dengan Iran dapat menghasilkan kesepakatan dalam waktu sekitar satu bulan.

“Kita harus membuat kesepakatan, jika tidak, ini akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus membuat kesepakatan,” kata Trump seperti dikutip CNA. “Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan.”

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Trump juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah guna meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Ia menyinggung kembali serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juli tahun lalu.

Baca Juga
Tom Lembong Kena Sidak, Pengacara Sebut iPad Buat Tulis Pembelaan

“Kita lihat apakah kita bisa mendapatkan kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita akan masuk ke fase dua. Fase dua akan sangat berat bagi mereka,” ujarnya.

Netanyahu datang ke Washington untuk mendorong Trump mengambil sikap lebih tegas dalam perundingan nuklir, terutama agar mencakup program rudal balistik Iran. Namun, kedua pemimpin diyakini memiliki perbedaan pandangan soal pendekatan diplomasi.

Setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump menegaskan ia tetap bersikeras melanjutkan jalur negosiasi. Sebaliknya, sebelum kembali ke Israel, Netanyahu menyatakan Trump menilai langkah-langkah yang diambil saat ini dapat membuka peluang tercapainya kesepakatan.

“Ia meyakini bahwa langkah-langkah yang sedang ia ambil saat ini, ditambah dengan kesadaran Iran bahwa mereka telah membuat kesalahan karena sebelumnya tidak mencapai kesepakatan, bisa membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan yang lebih baik,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.

Meski begitu, Netanyahu menyatakan keraguan terhadap hasil perundingan.

“Saya secara terbuka menyampaikan keraguan terhadap kualitas kesepakatan apa pun yang dibuat dengan Iran,” ujarnya.

Menurut dia, setiap kesepakatan harus mencakup isu penting bagi Israel, termasuk program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan, seperti Hamas di Palestina, Houthi di Yaman, serta Hizbullah di Lebanon.

Baca Juga
Bocah Perempuan di Nias Selatan Mengalami Patah Tulang Kaki, Diduga Dianiaya Keluarga Paman

“Ini bukan hanya soal isu nuklir,” kata Netanyahu.

Terlepas dari perbedaan pandangan soal Iran, Trump juga menunjukkan dukungan pribadi kepada Netanyahu. Ia bahkan mengkritik Presiden Israel Isaac Herzog yang menolak permintaannya untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu dalam kasus dugaan korupsi.

“Anda memiliki seorang presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya pikir orang itu seharusnya merasa malu,” ujar Trump.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran menyusul dugaan penindakan keras terhadap demonstrasi di negara itu. Meski demikian, Washington dan Teheran telah kembali memulai pembicaraan pekan lalu melalui pertemuan di Oman.

Putaran perundingan terakhir sempat terhenti akibat konflik bersenjata Israel–Iran serta serangan militer AS. Iran sendiri menolak memperluas ruang lingkup pembicaraan di luar isu nuklir dan menegaskan tidak sedang mengembangkan senjata nuklir serta tidak akan tunduk pada tuntutan yang dianggap berlebihan. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks