TERBARU

InternasionalNews

Kapal Perang dan Kapal Suplai AS Tabrakan di Karibia, Dua Pelaut Terluka

ORINEWS.id – Sebuah kapal perang Amerika Serikat bertabrakan dengan kapal suplai Angkatan Laut AS di perairan Karibia pada Rabu, 11 Februari 2026, waktu setempat. Insiden itu terjadi saat kedua kapal sedang melakukan pengisian ulang logistik dan bahan bakar di laut. Dua pelaut dilaporkan mengalami luka ringan dan kini dalam kondisi stabil.

Komando Selatan Amerika Serikat menyatakan tabrakan melibatkan kapal perusak berpeluru kendali USS Truxtun kelas Arleigh Burke dan kapal dukungan tempur cepat USNS Supply. Kedua kapal tetap dapat berlayar dengan aman setelah kejadian tersebut.

“Kap al perusak berpeluru kendali USS Truxtun (DDG-103) dan kapal dukungan tempur cepat USNS Supply (T-AOE-6) bertabrakan saat melakukan pengisian ulang di laut,” kata juru bicara Komando Selatan AS dalam pernyataan resmi, Kamis, 12 Februari 2026, dikutip dari KOMPAS.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Ia menambahkan dua personel mengalami luka ringan dan kondisi mereka stabil.

Baca Juga
Eks Penyidik KPK Bicara Peluang Bobby Nasution Diperiksa dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut

Penyebab tabrakan belum diungkapkan. Militer AS menyatakan insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Operasi pengisian ulang di laut—dikenal sebagai replenishment at sea—merupakan prosedur kompleks yang melibatkan pemindahan bahan bakar, logistik, dan pasokan antara kapal yang berlayar berdampingan dalam jarak sangat dekat. Proses ini membutuhkan koordinasi dan manuver presisi tinggi sehingga berisiko apabila terjadi kesalahan kecil.

Laporan media Amerika menyebut tabrakan terjadi di kawasan Karibia yang termasuk wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS. USS Truxtun sendiri baru dikerahkan awal Februari dari pangkalan Naval Station Norfolk, Virginia.

Kedua kapal diketahui terlibat dalam operasi keamanan maritim di kawasan tersebut, termasuk misi pemberantasan perdagangan narkoba.

Meski demikian, pejabat militer menegaskan tidak ada kerusakan besar yang memengaruhi kemampuan operasional kapal, dan keduanya tetap melanjutkan pelayaran sambil menunggu hasil investigasi. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks