TERBARU

Politik

Rian Syaf Tegaskan Transisi Kepemimpinan Demokrat Aceh Harus Terkendali

ORINEWS.id — Rian Firmansyah alias Rian Syaf resmi mengambil alih kendali Partai Demokrat Aceh setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Penunjukan itu langsung diikuti langkah konsolidasi internal, penertiban struktur organisasi, serta penataan ulang arah kepemimpinan partai guna menjaga stabilitas internal dan kesiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Langkah tersebut disampaikan Rian Syaf saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Demokrat Aceh yang diikuti pimpinan 23 kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Jalan Tengku Imum Luengbata, Banda Aceh, Minggu, 25 Januari 2026.

Rian menegaskan mandat yang diterimanya langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan memastikan transisi kepemimpinan berjalan terkendali dan disiplin tanpa membuka ruang konflik internal.

“Kita tidak boleh membiarkan ruang kosong kepemimpinan dimanfaatkan untuk manuver pribadi atau kepentingan kelompok. Struktur harus solid, loyal, dan satu komando,” kata Rian di hadapan pimpinan DPC Partai Demokrat se-Aceh.

Baca Juga
Pesan AHY ke Kader Demokrat: Jaga Lisan, Jangan Menyakiti Perasaan Rakyat

Menurut Rian, Rapimda menjadi instrumen politik penting untuk memetakan kekuatan riil kader di 23 kabupaten/kota, membaca potensi friksi internal, serta merumuskan skema penataan organisasi menuju Musyawarah Daerah (Musda).

Ia menyebutkan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapimda akan menjadi dasar penilaian kinerja struktur sekaligus rujukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dalam menentukan desain kepemimpinan Demokrat Aceh ke depan.

“Musda bukan sekadar pergantian figur. Ini tentang memastikan arah politik partai tetap konsisten, terukur, dan mampu menjawab tantangan elektoral,” ujar Rian.

Rian juga mengingatkan seluruh kader agar menjadikan loyalitas organisasi, disiplin struktur, dan etika politik sebagai prasyarat utama dalam menjaga marwah partai. Ia menegaskan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh berkembang menjadi pembelahan kekuatan internal.

Dalam konteks eksternal, Rian mendorong Demokrat Aceh memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik alternatif yang relevan, terutama di tengah tuntutan publik terhadap kinerja pemerintah daerah, termasuk dalam agenda pemulihan pascabencana.

Baca Juga
AHY Pimpin Rapimnas dan Deklarasi Capres Demokrat, Prabowo Bakal Hadir

“Partai harus hadir bukan hanya sebagai pengkritik, tetapi sebagai aktor solusi. Di situlah legitimasi politik dibangun,” katanya.

Melalui Rapimda ini, Demokrat Aceh secara terbuka memulai fase penataan ulang mesin politik, menyiapkan kepemimpinan baru yang terkonsolidasi, serta mengunci stabilitas internal agar tetap kompetitif dalam kontestasi politik daerah ke depan.

Dalam kegiatan tersebut, Rian Syaf didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh Arif Fadillah, Bendahara DPD Nurdiansyah Alas, serta jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Aceh lainnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks