TERBARU

InternasionalNews

PM Hungaria Ungkap Pertemuan 27 Pemimpin Eropa soal Skenario Perang Dunia III

ORINEWS.id – Ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul memanasnya hubungan antara Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa. Situasi ini dipicu antara lain oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait keinginannya memiliki Greenland, serta perang di Ukraina yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyebut risiko itu nyata meski masih bisa dicegah.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” tulis SBY melalui unggahan di platform media sosial X, Senin, 19 Januari 2026.

Kekhawatiran serupa juga disebut dirasakan oleh sejumlah pemimpin Eropa. Para elite di benua tersebut dikabarkan mulai menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan pecahnya konflik global berskala besar.

Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orbán, dalam sebuah agenda demonstrasi anti-perang pada Sabtu, 17 Januari 2026. Orban mengklaim Eropa saat ini tengah membentuk apa yang ia sebut sebagai “dewan perang”.

Baca Juga
Daftar Nama 21 Korban Tewas Akibat Longsor di Pekalongan

Menurut Orban, pembentukan dewan tersebut menunjukkan bahwa Eropa tidak lagi berfokus pada diplomasi, melainkan mulai mengarah pada persiapan konfrontasi militer skala besar. Ia memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi menyeret Eropa ke konflik langsung dengan Rusia.

“Elite Eropa telah membuat pilihan mereka. Mereka bersiap untuk konfrontasi langsung dan dahsyat dengan Rusia,” ujar Orban, seperti dikutip dari International Business Times.

Orban mengungkapkan, pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan yang dihadiri 27 kepala negara Eropa. Dalam pertemuan itu, kata dia, isu perdamaian tidak lagi menjadi fokus utama. Para pemimpin negara, terutama dari Prancis dan Jerman, justru membahas mekanisme untuk menekan Rusia.

“Saya duduk di antara mereka. Dan saya katakan dengan tegas bahwa mereka akan berperang,” kata Orban. Ia menambahkan bahwa pembahasan mencakup rencana memaksa Moskow membayar ganti rugi serta merebut kembali miliaran dolar yang saat ini dialokasikan untuk perang Ukraina.

Meski demikian, Orban menegaskan sikap pemerintah Hongaria yang menolak terlibat dalam konflik berskala besar. Ia menyatakan negaranya tidak akan mengirimkan pasukan maupun dukungan finansial ke garis depan apabila perang meluas.

Baca Juga
SBY Ingatkan Perang Dunia III Sangat Mungkin Terjadi: “Saya Jenderal, Mengerti Geopolitik”

Di sisi lain, para pejabat Uni Eropa membantah klaim Orban. Mereka menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak dimaksudkan untuk mempersiapkan perang, melainkan membahas langkah-langkah keamanan defensif dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.

Pejabat Uni Eropa menilai pernyataan Orban cenderung menggambarkan Eropa sebagai pihak yang gemar berperang. Narasi tersebut, menurut mereka, justru menguntungkan Rusia dan berpotensi memperkuat dukungan domestik Orban di dalam negeri.

Sejumlah pengamat juga menyoroti waktu penyampaian pernyataan Orban, mengingat pemilihan parlemen Hongaria dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Pernyataan itu dinilai muncul di tengah eskalasi ketegangan global, mulai dari perang Ukraina hingga dinamika baru di dalam NATO menyusul kontroversi pernyataan Trump soal Greenland.

Situasi geopolitik yang kian kompleks ini menambah kekhawatiran akan arah konflik global ke depan, meski sejumlah pihak masih berharap eskalasi dapat diredam melalui jalur diplomasi. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks