TERBARU

Edukasi

KAWANMU PP Muhammadiyah Terjun ke Pidie Jaya, Fokus Pemulihan Psikososial Korban Banjir

ORINEWS.id — Tim Korps Relawan Muhammadiyah (KAWANMU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Aceh dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah memulai pengabdian psikososial di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Rombongan yang didampingi perwakilan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) Muhammadiyah Aceh, Faliq Mubarok, S.IP, berangkat dari Banda Aceh pada Selasa, 13 Januari 2025, menuju Pidie Jaya. Tim psikososial KAWANMU berjumlah 10 orang yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin, yakni psikologi, kesejahteraan sosial, dan pendidikan.

Setibanya di Pidie Jaya, tim disambut hangat oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pidie Jaya serta Bunda Ros, bidan Desa Meunasah Lhok. Pada hari pertama, tim dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan silaturahmi dan observasi awal di empat lokasi pengabdian, yakni Meunasah Lhok, Meunasah Balek, Masjid Tuha, dan Desa Beurawang.

Pada Rabu, 14 Januari 2025, Muhammadiyah Aceh, MPKS PP Muhammadiyah, perwakilan Poskorwil Muhammadiyah Aceh, serta Ketua Tim Psikososial KAWANMU, Fariz Zakariya, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Muhammadiyah Pidie Jaya, Teuku Rahmad Danil. Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan rencana program dan tujuan pengabdian psikososial di wilayah terdampak.

Baca Juga
FISIP UIN Ar-Raniry Bahas Kriminalisasi dan Dekriminalisasi dalam KUHP Baru

Dalam kesempatan yang sama, tim juga berdiskusi dengan Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya, Arikan. Dari diskusi tersebut diperoleh data bahwa terdapat sekitar 1.598 penyandang disabilitas di Pidie Jaya. Selain itu, ditemukan perubahan perilaku pada sebagian anak-anak pascabanjir, termasuk menurunnya kondisi mental dan karakter sosial. Tim juga mendapat informasi mengenai keberadaan Sekolah Darurat Alfiyah yang melayani anak-anak terdampak di wilayah Blangcut dan Meurah Dua.

Ketua Tim Psikososial KAWANMU, Fariz Zakariya, menyampaikan bahwa pengabdian ini difokuskan pada pemulihan kondisi mental dan sosial kelompok rentan.

“Fokus utama kami adalah layanan psikososial bagi anak-anak dan lansia. Di tahap awal ini, kami juga melakukan asesmen sosial untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan agar dapat dikolaborasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pertemuan dan observasi awal, KAWANMU PP Muhammadiyah tetap memfokuskan pengabdian pada layanan psikososial bagi anak-anak dan lansia. Selain itu, tim akan melakukan asesmen khusus terhadap anak-anak di sekolah darurat serta mengkaji kondisi sosial masyarakat terdampak.

MPKS PP Muhammadiyah turut berperan dalam menjembatani koordinasi dengan Kementerian Sosial, khususnya terkait dukungan alat bantu disabilitas seperti kursi roda, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga
Anggota DPR RI Minta Program Rehab-Rekon Libatkan Kontraktor Lokal dan Korban Banjir

Pengabdian psikososial ini diharapkan dapat membantu pemulihan mental dan sosial masyarakat Pidie Jaya, khususnya kelompok rentan, sekaligus memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan pemangku kepentingan di daerah. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks