TERBARU

InternasionalNews

Uni Emirat Arab Tarik Seluruh Pasukan dari Yaman Setelah Diultimatum Saudi

ORINEWS.id – Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya menarik pasukan yang tersisa di Yaman setelah pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi membombardir pelabuhan Al Mukalla di Provinsi Hadhramaut, Yaman, Selasa (30/12/2025) pagi. Saudi menuduh UEA mengirim senjata kepada kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang telah merebut Hadhramaut dari tangan pemerintahan yang sah.

Dua kapal dari UEA mengirim persenjataan dan kendaraan tempur kepada pemberontak STC.

Arab Saudi menyebut apa yang dilakukan UEA di Yaman sangat berbahaya dan mengancam keamanan nasionalnya. Oleh karena itu, militer Saudi memperingatkan agar seluruh pasukan UEA ditarik dari Yaman dalam waktu 24 jam.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

UEA awalnya menolak tuduhan membantu kelompok separatis STC serta mengungkapkan keterkejutan atas serangan Saudi di Al Mukalla. Namun setelah itu Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan secara sukarela menarik unit kontraterorisme yang tersisa di Yaman terkait perkembangan terkini.

Baca Juga
Ini Daftar Lengkap 64 Penerima Tanda Kehormatan dari Jokowi

Konflik ini menandai meningkatnya ketegangan yang signifikan antara Saudi dan UEA. Saudi mendukung pemerintahan sah Yaman, sementara UEA membantu kelompok-kelompok bersenjata dengan alasan memerangi terorisme.

Serangan ke Al Mukalla dilakukan beberapa jam setelah Kepala Dewan Kepresidenan Yaman, Rashad Al Olimi, meminta bantuan Saudi untuk menangani kelompok separatis yang semakin leluasa berbuat onar. Al Olimi juga menuduh UEA mengarahkan STC untuk memberontak terhadap pemerintahan yang sah serta meningkatkan eskalasi di kawasan.

“Kerajaan (Arab Saudi) menegaskan setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya adalah garis merah. Kerajaan tidak akan ragu untuk melakukan semua langkah dan tindakan yang diperlukan guna menghadapi dan menetralisir ancaman tersebut,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi.

Namun UEA membantah tuduhan tersebut, termasuk mengarahkan STC untuk melakukan operasi di perbatasan Saudi dengan Yaman.

Awal bulan ini, STC melancarkan serangan untuk menguasai provinsi-provinsi penting di Yaman, langkah yang membuat marah pemerintahan sah yang didukung Saudi. Aksi militer tersebut juga memecah konsentrasi konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Baca Juga
Kembali Berulah, Anggota Ormas GRIB Geruduk Rumah Om Bethel yang Tantang Duel Hercules

Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan STC telah memasuki Hadhramaut yang kaya minyak. Mereka mengklaim telah menguasai delapan provinsi serta memperbarui seruan agar Yaman selatan memisahkan diri sebagai negara merdeka.

Baca juga: BMPD Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Tengah Lewat Posko BNPB

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks