ORINEWS.id – Pemerintah Aceh melalui Panitia Seleksi Terbuka (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama memperpanjang masa pendaftaran seleksi terbuka hingga 16 Desember 2025. Keputusan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 3/Pansel-JPTP/XI/2025 dan berlandaskan Berita Acara Rapat Pansel Nomor 2/Pansel-JPTP/XI/2025 tanggal 8 Desember 2025.
Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, mengapresiasi langkah Pansel tersebut. Menurut dia, kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.
“Perpanjangan waktu ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi calon pendaftar baru, tetapi juga sangat membantu peserta yang sedang melengkapi berkasnya. Hal ini mencerminkan komitmen Pansel untuk memastikan proses rekrutmen yang inklusif dan terbuka, demi menjaring talenta terbaik dari seluruh Aceh,” kata Nasrul dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, perpanjangan pendaftaran juga memberi kesempatan bagi peserta untuk merevisi atau memperbaiki unggahan data mereka.
“Pemberian kesempatan kedua untuk merevisi berkas adalah praktik yang adil dan mendukung, memastikan potensi terbaik seorang kandidat tidak terhalang oleh kesalahan teknis atau administrasi,” ujarnya.
Dengan mekanisme yang lebih fleksibel, Nasrul menaruh harapan besar agar Pansel mampu mendapatkan ASN bertalenta yang siap memberikan kontribusi signifikan.
“Tujuannya adalah mengisi posisi strategis dengan individu yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki visi dan integritas tinggi,” jelasnya.
Ia menekankan, kebutuhan akan ASN handal dan berdedikasi semakin mendesak di tengah tantangan yang dihadapi Pemerintah Aceh saat ini.
“Kita harapkan, pimpinan JPT yang terpilih nanti mampu menjadi solusi nyata yang membantu pemerintahan Mualim-Dekfad melaksanakan program-program strategis mereka,” tambah Nasrul.
Nasrul juga menyoroti pentingnya kapasitas pimpinan baru untuk menerjemahkan visi pimpinan daerah menjadi aksi nyata, menciptakan efisiensi birokrasi, dan mendorong inovasi pelayanan publik.
“Inilah saatnya merekrut pemimpin yang mampu bekerja cepat dan tanggap terhadap dinamika pemerintahan dan masyarakat,” kata dia.
Terlebih lagi, dalam konteks Aceh yang sedang menghadapi bencana dahsyat, urgensi seleksi JPT semakin nyata. Situasi darurat membutuhkan pimpinan SKPA yang handal dalam manajemen rutin, inovatif, berdaya tahan, dan cakap dalam manajemen krisis.
“Kepemimpinan SKPA yang kuat dan adaptif adalah kunci untuk memastikan respons bencana efektif, proses pemulihan cepat, dan pembangunan kembali berkelanjutan. Karena itu, seluruh proses seleksi harus dimaksimalkan untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar siap memikul tanggung jawab berat ini,” pungkas Nasrul.



































