ORINEWS.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya kebiasaan menabung bagi generasi muda sebagai fondasi pengelolaan keuangan yang sehat. Ia mendorong anak-anak muda untuk menyisihkan 30 hingga 50 persen pendapatan bulanan, terutama bagi mereka yang masih tinggal bersama orang tua.
Dalam wawancara bersama Tirto pada Kamis, 13 November 2025, yang dikutip Senin, 17 November 2025, Purbaya mengatakan kesempatan menabung lebih besar dimiliki anak muda yang belum menanggung biaya hidup sendiri.
“Kalau sudah dapat gaji cukup, mulai nabung sedikit-sedikit. Jangan dihabisin. Kalau masih hidup sama orang tua, tabungin aja 50 persen. Biar orang tua yang nanggung kebutuhan sehari-hari,” ujar Purbaya.
Bagi anak muda yang merantau atau telah mandiri secara finansial, Purbaya menyarankan porsi tabungan minimal 30 persen dari gaji. Menurut dia, disiplin menabung sejak dini penting untuk membangun ketahanan finansial.
Pentingnya Investasi Sejak Dini
Purbaya juga menyinggung pentingnya pemahaman terkait instrumen investasi. Ia mewanti-wanti agar anak muda tidak terjebak tren investasi yang sedang populer tanpa memahami risiko.
Untuk pemula, ia menyarankan deposito sebagai pilihan awal karena menawarkan stabilitas dan risiko rendah.
“Idealnya, bunga deposito harus sedikit di atas inflasi agar nilai uang tidak tergerus,” katanya.
Waspada Utang karena Gaya Hidup
Selain menabung dan berinvestasi, Purbaya mengingatkan ancaman perilaku konsumtif yang banyak menjerat generasi muda. Menurut dia, tingginya eksposur gaya hidup di media sosial memicu belanja impulsif, yang kerap berakhir pada penggunaan paylater dan pinjaman online.
Kondisi ini dapat menimbulkan beban cicilan, menurunkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, hingga memicu tekanan mental.
“Anak muda harus bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Jangan mudah terpengaruh tren,” kata Purbaya.
Frugal Living tanpa Mengorbankan Kesehatan
Purbaya mendorong gaya hidup hemat, namun menegaskan bahwa penghematan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kesehatan. Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu menilai kesehatan adalah investasi terpenting.
“Hidup hemat bukan berarti mengurangi nutrisi dan mengabaikan kesehatan. Kesehatan adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda dapat menerapkan kebiasaan menabung, memahami investasi, serta menjaga kesehatan agar dapat menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. []



































