TERBARU

InternasionalNews

Israel Langgar Gencatan Senjata di Gaza, Serangan Udara dan Artileri Kembali Terjadi

ORINEWS.id – Israel kembali dituding melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Serangan udara, penembakan artileri, hingga serangan terhadap kru ambulans dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, membuat tim penyelamat kesulitan menjangkau warga Palestina yang terluka.

Dikutip Kamis (13/11/2025), koresponden Al Mayadeen di Gaza melaporkan, bahwa dua serangan udara dilancarkan pesawat tempur Israel di tenggara Khan Younis pada Kamis, disusul tembakan tank di bagian selatan kota tersebut. “Serangan Israel terus berlanjut di seluruh wilayah Gaza, dengan Khan Younis menanggung beban eskalasi,” ujar koresponden itu.

Kondisi di lapangan diperparah oleh cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut. Menurut laporan media lokal, cuaca ekstrem memperburuk penderitaan penduduk yang sudah menghadapi kekurangan pasokan dasar akibat pembatasan pengiriman bantuan oleh Israel.

Sumber kemanusiaan di Rafah menyebutkan, kru ambulans dicegah mencapai lokasi serangan pada Rabu, di mana beberapa warga Palestina menjadi korban. Penghalangan ini diduga merupakan tindakan sengaja untuk menghambat upaya penyelamatan.

Di wilayah lain, pesawat tempur Israel juga menyerang daerah al-Zanna di timur laut Bani Suhaila, sementara kendaraan lapis baja dilaporkan menembaki kawasan al-Shakoush di barat laut Rafah. Serangan serupa terjadi di Beit Lahia, Gaza bagian utara.

Baca Juga
Pemukim Israel Serbu Tepi Barat, Bakar Rumah dan Bunuh Warga Desa Jit

Hamas Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata

Gerakan Hamas menuduh Israel melakukan pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm el-Sheikh hampir sebulan lalu. Kelompok itu menyatakan Israel bertanggung jawab penuh atas upaya menggagalkan dan melemahkan kesepakatan tersebut.

Kantor Media Pemerintah di Gaza pada 11 November merilis laporan yang mencatat 282 pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian itu diberlakukan pada 10 Oktober. Dalam periode tersebut, sebanyak 242 warga Palestina dilaporkan tewas dan 620 lainnya luka-luka.

Rincian pelanggaran mencakup 88 insiden penembakan terhadap warga sipil, 12 penyerbuan ke wilayah permukiman di luar zona penyangga, 124 serangan udara dan darat, 52 pembongkaran rumah warga, serta penangkapan terhadap 23 warga Palestina.

Korban Terus Bertambah

Hingga kini, total korban tewas di Gaza mencapai 69.187 orang dan 170.703 lainnya terluka sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober, serangan lanjutan menewaskan 260 warga Palestina tambahan dan melukai 632 orang.

Baca Juga
Luhut Parlinggoman: Pengembalian Empat Pulau Bukti No Viral No Justice!

Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sebanyak 533 jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di berbagai wilayah sejak gencatan senjata diberlakukan. Data ini menyoroti skala kerusakan dan kematian yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Lembaga kemanusiaan dan petugas penyelamat terus menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan kekerasan. Sebagian besar wilayah Gaza masih sulit dijangkau akibat amunisi yang belum meledak, reruntuhan bangunan, serta pemboman yang terus berlangsung. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks