ORINEWS.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan Google News Initiative (GNI) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Google AI Tools untuk Jurnalisme” yang diikuti 40 media terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas redaksi dalam menghadapi tantangan transformasi industri media di era digital yang serba cepat dan berbasis data.
Pengurus AMSI, Umi Kalsum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GNI atas dukungan dan kepeduliannya terhadap pengembangan media di Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada GNI yang sangat concern terhadap kondisi media di Indonesia yang, seperti kita ketahui, sedang tidak mudah. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan konten yang baik, tetapi juga membantu membangun audiens dan bisnis yang berkelanjutan bagi media, terutama di daerah,” ujar Umi dalam keterangan tertulis yang diterima Orinews, Jumat (31/10).
Selama dua hari pelatihan, peserta dibimbing oleh Aidila Razak, jurnalis dan pelatih data berpengalaman dari Google, untuk memanfaatkan berbagai alat bantu berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme dan verifikasi data.
Pada hari pertama, peserta mendalami teknik verifikasi dan analisis data menggunakan beragam produk Google, seperti Google Trends untuk menemukan topik populer dan ide liputan, reverse image search, Google Lens, dan Synth ID untuk mendeteksi konten hasil rekayasa AI.
Mereka juga belajar memanfaatkan Google Maps untuk geolokasi gambar dan verifikasi kesaksian lapangan, serta berlatih menggunakan advanced search operators guna mempercepat pencarian dokumen. Sesi hari pertama ditutup dengan pengenalan Fact Check Explorer, alat bantu untuk memverifikasi klaim dan gambar yang beredar di ruang publik.
Sementara pada hari kedua, pelatihan berfokus pada penerapan Google AI tools dalam proses produksi konten jurnalistik. Peserta diperkenalkan pada Pinpoint, alat bantu yang dapat menangani dataset besar, menyalin audio secara otomatis, mengekstrak data terstruktur, dan melakukan OCR (Optical Character Recognition) pada gambar.
Selain itu, peserta juga menjajal Notebook AI, platform riset multimodal dan multibahasa untuk mendukung brainstorming ide cerita serta penulisan berita. Berdasarkan evaluasi peserta, Pinpoint dinilai sangat efisien untuk pengelolaan data, sementara Notebook AI membantu mempercepat riset dan pengembangan naskah berita.
Melalui inisiatif ini, AMSI berharap para jurnalis dapat mengoptimalkan alat digital berbasis AI untuk meningkatkan kualitas liputan, memperluas jangkauan audiens, serta memperkuat model bisnis media lokal agar lebih adaptif dan berkelanjutan di tengah perubahan lanskap digital.
Usai pelatihan, 40 perwakilan media akan mengikuti program fellowship untuk melatih tim redaksi di media masing-masing dalam penggunaan Google AI Tools sesuai kebutuhan mereka. Para peserta juga diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam proses kerja redaksi dan mengembangkan inovasi berbasis AI untuk memperkuat praktik jurnalisme di medianya. []
































