ORINEWS.id – Langit malam pada November 2025 akan menjadi panggung spektakuler bagi pencinta astronomi. Selama bulan ini, deretan fenomena langit langka siap memanjakan mata, mulai dari supermoon, hujan meteor, hingga gerak planet yang jarang terjadi.
Fenomena paling dinantikan adalah supermoon beaver moon pada 5 November 2025, ketika Bulan mencapai fase purnama bersamaan dengan jaraknya yang paling dekat dengan Bumi atau perigee. Akibatnya, Bulan akan tampak lebih besar dan terang sekitar 14 persen dibanding purnama biasa.
“Waktu terbaik untuk menyaksikan supermoon adalah sesaat setelah matahari terbenam hingga menjelang tengah malam,” demikian penjelasan dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebutan beaver moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika yang menandai masa pemasangan perangkap berang-berang menjelang musim dingin.
1. Hujan Meteor Taurid (4–5 November 2025)
Fenomena berikutnya adalah hujan meteor Taurid, yang akan terlihat dari arah rasi bintang Taurus. Hujan meteor ini berasal dari debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa material Komet 2P/Encke.
Fenomena ini berlangsung cukup lama, dari 7 September hingga 10 Desember, namun puncaknya terjadi pada awal November. Walau cahaya Bulan purnama dapat mengurangi visibilitas, beberapa meteor terang masih bisa terlihat di langit malam.
2. Jupiter Mulai Retrograde (11 November 2025)
Pada 11 November, planet Jupiter akan memasuki fase retrograde, yaitu ketika planet tampak bergerak mundur di langit malam. Gerak semu ini terjadi karena posisi orbit Bumi yang lebih cepat melampaui Jupiter dalam lintasannya mengelilingi Matahari.
Selama fase ini, Jupiter tampak bergeser ke arah barat setiap malam. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah matahari terbenam dengan arah pandang ke timur.
3. Hujan Meteor Taurid Utara (12 November 2025)
Puncak hujan meteor Taurid Utara akan berlangsung pada 12 November 2025, saat debu Komet Encke memasuki atmosfer Bumi dan terbakar. Meskipun intensitasnya hanya beberapa meteor per jam, kilatan cahaya yang dihasilkan biasanya lebih terang dari hujan meteor lainnya.
Waktu terbaik pengamatan adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar, dengan arah pandang ke rasi bintang Taurus di langit timur.
4. Hujan Meteor Leonid (17 November 2025)
Fenomena Leonid akan mencapai puncaknya pada 17 November 2025. Hujan meteor ini berasal dari sisa partikel Komet Tempel–Tuttle dan dikenal karena kemampuannya menciptakan badai meteor spektakuler pada siklus tertentu.
Tahun ini, badai besar tidak diperkirakan terjadi, tetapi pengamat masih bisa melihat puluhan meteor cepat yang melintas di langit malam. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah mulai tengah malam hingga dini hari, dengan arah pandang ke rasi Leo.
5. Fase New Moon (20 November 2025)
Pada 20 November 2025, Bulan akan berada dalam fase new moon, ketika posisinya sejajar antara Bumi dan Matahari. Dalam posisi ini, permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena cahaya Matahari, membuatnya tampak sangat redup.
Minimnya cahaya Bulan menjadi waktu ideal untuk mengamati galaksi, nebula, dan gugus bintang, serta memotret langit malam tanpa gangguan cahaya alami.
6. Hujan Meteor Alpha Monocerotid (21 November 2025)
Keesokan harinya, 21 November 2025, fenomena hujan meteor Alpha Monocerotid akan mencapai puncak. Hujan meteor ini tampak berasal dari arah rasi Monoceros (Sang Unicorn).
Peristiwa ini tergolong langka dan intensitasnya tidak menentu setiap tahun. Jika langit cerah dan bebas polusi cahaya, pengamat bisa melihat meteor cepat melintas di sekitar rasi Orion dan Monoceros antara pukul 01.00–04.00 dini hari.
7. Oposisi Uranus (21 November 2025)
Masih di tanggal yang sama, planet Uranus akan berada dalam fase oposisi, yaitu saat posisinya sejajar dengan Bumi dan Matahari sehingga jaraknya menjadi paling dekat dengan Bumi.
Pada saat itu, Uranus akan tampak lebih terang dan jelas melalui teleskop, terlihat sebagai titik biru kehijauan di langit malam.
8. Hujan Meteor Orionid (28 November 2025)
Menjelang akhir bulan, langit kembali dihiasi oleh hujan meteor Orionid pada 28 November 2025. Fenomena ini berasal dari sisa debu Komet Halley, salah satu komet paling legendaris dalam sejarah.
Orionid dikenal dengan kecepatannya yang tinggi dan kilatan cahayanya yang terang, sehingga dapat diamati dengan mata telanjang di bawah langit cerah. Waktu terbaik pengamatan adalah setelah tengah malam, dengan arah pandang ke rasi Orion di langit timur.
9. Saturnus Akhiri Gerak Mundur (28 November 2025)
Bersamaan dengan puncak hujan meteor Orionid, planet Saturnus akan mengakhiri fase retrograde-nya. Setelah beberapa bulan tampak bergerak mundur, Saturnus mulai kembali ke lintasan normalnya dari barat ke timur.
Fenomena ini ideal diamati menggunakan teleskop karena cincin Saturnus akan tampak lebih stabil dan jelas.
Kalender Lengkap Peristiwa Astronomi November 2025
Selain sembilan fenomena besar di atas, berikut daftar lengkap peristiwa langit sepanjang bulan:
2 November: Konjungsi Bulan dan Saturnus
3 November: Bulan di aphelion (titik terjauh dari Matahari)
4 November: Dikotomi Merkurius
5 November: Bulan purnama (supermoon)
6 November: Bulan mencapai perigee
8 November: Okultasi Bulan pada Beta Tauri
10 November: Konjungsi Bulan dan Jupiter
11 November: Jupiter mulai retrograde
12 November: Puncak hujan meteor Taurid Utara
13 November: Okultasi Bulan pada Regulus
17 November: Puncak hujan meteor Leonid
20 November: Fase new moon
21 November: Puncak hujan meteor Alpha Monocerotid & oposisi Uranus
28 November: Puncak hujan meteor Orionid & akhir retrograde Saturnus
30 November: Konjungsi Bulan dan Saturnus
Tips Menyaksikan Fenomena Langit November 2025
Untuk menikmati keindahan fenomena langit secara maksimal, pengamat disarankan memperhatikan hal-hal berikut:
Pilih lokasi bebas polusi cahaya, seperti pegunungan atau pantai.
Gunakan aplikasi peta bintang seperti Stellarium atau Sky Guide untuk menentukan posisi objek langit.
Siapkan kamera atau teleskop kecil untuk hasil pengamatan lebih detail.
Pastikan cuaca cerah dan langit tidak berawan.
Langit malam November 2025 menjanjikan pemandangan spektakuler dari supermoon hingga badai meteor mini yang menawan. Bulan ini akan menjadi momen istimewa bagi siapa pun yang menatap ke langit dan menyaksikan keajaiban alam semesta. [soure:beritasatu]


































