InternasionalNews

Perang Baru Empat Hari, Kerugian Militer AS Disebut Capai Rp33 Triliun

ORINEWS.id – Amerika Serikat disebut mengalami kerugian besar dalam empat hari pertama konflik dengan Iran sejak 28 Februari 2026. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun jika dihitung dari sejumlah aset militer yang rusak atau hancur dalam serangkaian serangan.

Laporan media Turki, Anadolu Agency, menyebut kerugian itu berasal dari sejumlah peralatan militer penting, mulai dari terminal komunikasi satelit (SATCOM), pesawat tempur, hingga sistem radar pertahanan.

Salah satu kerugian terbesar disebut berasal dari kerusakan sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik Amerika Serikat yang terkena serangan rudal Iran pada Sabtu, 28 Februari. Sistem radar tersebut dilaporkan bernilai sekitar US$1,1 miliar atau setara Rp18,56 triliun dan ditempatkan di Al Udeid Air Base.

Mengutip laporan CNN pada Kamis (5/3), Iran juga dilaporkan menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Manama. Dalam serangan tersebut, dua terminal SATCOM dan beberapa bangunan besar dilaporkan hancur.

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM yang rusak diidentifikasi sebagai tipe AN/GSC-52B dengan nilai sekitar US$20 juta atau sekitar Rp337,5 miliar.

Baca Juga
Risiko Maut Polisi Selamatkan Bilqis di Pedalaman Jambi, Tangis Haru Iringi Kepulangannya

Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD milik Amerika Serikat. Radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$500 juta atau setara Rp8,5 triliun dan dipasang di kawasan industri Al-Ruwais di United Arab Emirates.

Selain itu, pada Minggu (1/3), tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan rusak setelah ditembak oleh sistem pertahanan udara di Kuwait. Nilai kerusakan dari tiga pesawat tersebut diperkirakan mencapai US$282 juta atau sekitar Rp4,75 triliun. Meski pesawat mengalami kerusakan, enam awak yang berada di dalamnya dilaporkan selamat.

Jika seluruh kerugian tersebut digabungkan, nilai aset militer Amerika Serikat yang diduga rusak dalam konflik itu mencapai sekitar US$2 miliar atau setara Rp33 triliun.

Dalam operasi militer tersebut, Iran disebut menargetkan sedikitnya tujuh lokasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Target itu meliputi markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem, serta Camp Buehring di Kuwait.

Baca Juga
Mahasiswa Teknik Kimia USK Raih Emas di Kompetisi Internasional

Selain itu, serangan juga diarahkan ke Pangkalan Erbil di Irak, Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab—yang disebut sebagai pelabuhan terbesar Angkatan Laut AS di kawasan Timur Tengah—serta pangkalan udara Al-Udeid di Qatar.

Konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah sejak 28 Februari. Ketegangan meningkat setelah serangan militer besar-besaran yang dilaporkan melibatkan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, sehingga memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. []

Harian Aceh Indonesia
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
TanggalImsakSubuhDzuhurAsharMaghribIsya
Memuat data resmi...

Komentari!

Artikel Terkait

Enable Notifications OK No thanks