ORINEWS.id – Ada pepatah mengatakan, hal-hal kecil bisa merusak rencana besar. Itulah yang kini dialami USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar sekaligus termahal milik Amerika Serikat.
Di tengah titah Presiden Donald Trump yang sudah ‘pasang kuda-kuda’ untuk menggempur Iran, kapal senilai US$13 miliar (sekitar Rp200 triliun) ini justru didera masalah memalukan: sistem toilet yang mampet total.
Masalah sanitasi di kapal perang kebanggaan Negeri Paman Sam ini dilaporkan sudah mencapai tahap kronis. Sejak Januari lalu, sistem pembuangan limbah mengalami kegagalan berkelanjutan. Ironisnya, kerusakan ini terjadi justru saat kapal sedang meluncur menuju perairan Timur Tengah untuk menjadi ujung tombak operasi militer terhadap Teheran.

Teknologi Kapal Pesiar yang Jadi Bumerang
Mengutip laporan Wio News, Selasa (24/2/2026), biang kerok dari masalah ini adalah sistem Vacuum Collection, Holding, and Transfer (VCHT). Sistem pembuangan berbasis vakum ini sebenarnya diadaptasi dari teknologi kapal pesiar komersial dengan niat mulia: menghemat air.
Namun, kenyataan di medan perang berkata lain. Desain pipa yang terlalu sempit tak kuasa menahan tekanan penggunaan berat dari sekitar 4.500 personel di atas kapal. Belum lagi ulah ‘nakal’ oknum awak kapal yang memasukkan benda-benda tak lazim seperti kaus hingga kepala pel ke dalam lubang toilet. Hasilnya? Penyumbatan masif yang tak terhindarkan.
Bayangkan saja, dalam catatan operasionalnya, tim teknik harus melakukan ‘perawatan darurat’ setiap hari. Bahkan, pernah tercatat ada 205 kerusakan hanya dalam waktu empat hari. Sebuah angka yang lebih mirip daftar kerusakan pipa di rumah kontrakan ketimbang di sebuah benteng terapung tercanggih di dunia.
Biaya ‘Buang Hajat’ yang Selangit
Masalah ini jelas bukan sekadar urusan bau tak sedap. Bagi para personel di atas kapal, kondisi ini membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak higienis dan sangat menghambat aktivitas tempur. Keluhan soal jam kerja luar biasa dari tim teknik pun mulai bermunculan.
Namun, untuk membuat sistem sanitasi 600 toilet ini kembali ‘lancar jaya’, biayanya tidak main-main. Untuk sekali proses pembersihan sumbatan dengan pembilasan asam khusus, Angkatan Laut AS harus merogoh kocek hingga US$400 ribu atau setara Rp6,2 miliar. Biaya yang sangat mahal hanya untuk memastikan para serdadu bisa buang air dengan tenang.
Terjepit di Antara Rudal dan Toilet
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi Washington. Di satu sisi, Donald Trump terus menebar ancaman akan mengambil opsi militer jika negosiasi nuklir dengan Iran buntu Kamis besok. Di sisi lain, kapal induk andalannya justru sibuk berkutat dengan masalah pipa.
Memperbaiki sistem VCHT ini menjadi sangat krusial. Sebab, bagaimana mungkin sebuah pasukan bisa fokus membidik sasaran rudal jika urusan ‘hajat’ mereka sendiri belum tuntas?
Jika masalah ini tak segera diselesaikan, USS Gerald R. Ford mungkin akan dikenang bukan karena kecanggihan teknologi elektromagnetiknya, melainkan karena menjadi kapal perang termahal yang takluk oleh mampetnya lubang toilet. []










































































