ORINEWS.id – Sekitar 66 juta tahun lalu, asteroid besar menghantam wilayah yang kini dikenal sebagai Kawah Chicxulub di Meksiko. Dampaknya memicu kepunahan massal yang dikenal sebagai K-Pg extinction, yang mengakhiri hidup semua dinosaurus non-unggas. Meski demikian, tidak semua makhluk hidup punah. Beberapa kelompok hewan justru selamat dan menjadi fondasi ekosistem modern.
Burung: Dinosaurus yang Masih Hidup
Fakta paling menarik adalah burung merupakan keturunan dinosaurus theropoda yang selamat dari kepunahan massal. Spesies seperti Tyrannosaurus rex punah, tetapi garis keturunan yang mengarah pada burung modern bertahan. Para paleontolog meyakini burung purba berukuran kecil dan pemakan biji memiliki peluang bertahan lebih besar karena mampu beradaptasi di lingkungan pasca-tabakan asteroid. Dengan kata lain, ayam dan elang yang kita kenal saat ini adalah “dinosaurus modern”.
Buaya dan Kura-Kura: Reptil Tahan Krisis
Crocodilian, termasuk buaya dan alligator, sudah ada sebelum kepunahan massal dan tetap bertahan sesudahnya. Kehidupan mereka di perairan tawar dan metabolisme lambat diduga menjadi faktor kunci kelangsungan hidup mereka. Kura-kura juga lolos dari kepunahan, dengan fosil menunjukkan garis keturunannya melewati batas K-Pg tanpa punah total. Adaptasi air dan pola makan fleksibel menjadi keunggulan utama.

Mamalia Kecil: Awal Dominasi Baru
Pada era dinosaurus menguasai daratan, mamalia masih kecil dan hidup tersembunyi. Ukuran mini dan kebiasaan hidup di bawah bayang-bayang reptil raksasa justru memberi keuntungan. Setelah dinosaurus punah, mamalia berevolusi cepat dan mengisi relung ekologi yang kosong, melahirkan primata, paus, kucing besar, hingga manusia.
Amfibi dan Ikan Tertentu
Katak, salamander, dan beberapa ikan air tawar juga selamat. Lingkungan air tawar relatif lebih stabil dibanding daratan yang terdampak kebakaran global dan musim dingin ekstrem akibat debu atmosfer.
Kepunahan dinosaurus bukan akhir segalanya, melainkan reset besar dalam sejarah kehidupan. Hewan yang selamat bukan yang paling besar atau kuat, tetapi yang paling adaptif. Burung, buaya, kura-kura, mamalia kecil, amfibi, dan ikan tertentu membuktikan fleksibilitas jauh lebih penting daripada ukuran.
Sumber: American Museum of Natural History, Encyclopaedia Britannica








































































