ORINEWS.id – Ketua Komisi I DPRK Kota Banda Aceh, Teuku Nanta Muda, ST, MM, menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif warga menyusul meningkatnya keresahan akibat aksi kriminal di sejumlah titik Kota Banda Aceh.
Hal itu disampaikannya saat Reses I Tahun 2026 bersama masyarakat Kecamatan Kuta Alam di Area Dimurtala, Lampineung, Jumat (13/2/2026).
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau ada orang asing mencurigakan, jangan abai. Kita harus saling jaga,” tegas Teuku Nanta di hadapan warga.
Dalam dialog terbuka tersebut, warga mengeluhkan maraknya pencurian meter air, jambret, hingga gangguan keamanan lingkungan. Politisi yang membidangi pemerintahan, politik, dan keamanan itu menyebut kondisi tersebut sebagai alarm sosial yang tidak boleh dianggap sepele.
“Kalau ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja, dampaknya bisa ke mana-mana. Ini harus kita respons bersama, bukan saling menyalahkan,” ujarnya.
Teuku Nanta menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan forum resmi menyerap aspirasi untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna DPRK dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Yang harus banyak bicara hari ini bukan saya, tapi bapak ibu. Apa yang dibutuhkan masyarakat, itu yang harus diperjuangkan. Jangan sampai masyarakat butuh A, yang dibuat justru B,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan reses dibiayai melalui APBK dan hasilnya wajib dipertanggungjawabkan secara administratif maupun politik. Stok Darah dan Beasiswa Jadi Sorotan Selain isu keamanan. []

































