ORINEWS.id – Anggota Dewan Perwakilan Rkayat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, meminta pemerintah agar pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana banjir melibatkan kontraktor lokal dan masyarakat terdampak secara langsung.
Menurutnya, keterlibatan kontraktor lokal dan korban dalam proses pengerjaan sangat penting, tidak hanya untuk mempercepat pemulihan wilayah, tetapi juga untuk membantu meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat korban bencana.
HT Ibrahim menekankan bahwa program rehab rekon tidak boleh hanya berfokus pada mendatangkan kontraktor dari luar daerah. Sementara, ada kontraktor lokal yang kompeten.
“Program rehab rekon harus dirancang dengan melibatkan kontraktor lokal. Dengan begitu, kontraktor lokal dapat menjadi bagian dari solusi pemulihan,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya program rehab-rekon yang dilaksanakan dengan skema swakelola. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat terlibat langsung dalam perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Menurut pria yang akrab dipanggil Ampon Bram itu, pendekatan swakelola akan memberikan manfaat ganda. Selain memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan lokal, program ini juga dapat membuka lapangan kerja sementara bagi korban bencana sehingga perputaran ekonomi di wilayah terdampak dapat kembali berjalan.
Anggota Komisi XIII itu berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat menjadikan pelibatan masyarakat sebagai prioritas dalam setiap program penanganan pascabencana. Dengan demikian, proses pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu menguatkan ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat korban banjir. []

































