TERBARU

InternasionalSehat

Pria Ini Tewas Akibat Sembelit Ekstrem, Ditemukan 9 Kg Tinja di Ususnya

ORINEWS.id – Seorang pria berusia 41 tahun di Ohio, Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia akibat sembelit ekstrem yang dialaminya selama berbulan-bulan. Penyumbatan parah pada usus besarnya menyebabkan penumpukan tinja hingga mencapai sekitar 9 kilogram.

Dikutip dari detikhealth, Minggu, 23 November 2025, pria bernama James Stewart itu meninggal pada 15 November 2024. Keluarganya menggugat fasilitas rumah perawatan Clear Skies Ahead di Bazetta Township karena menilai kematian tersebut dapat dicegah.

Diduga Ada Kelalaian Pengawasan

James tinggal di rumah perawatan itu karena membutuhkan pendampingan harian. Ia diketahui memiliki disabilitas intelektual, riwayat sembelit, serta mengonsumsi obat-obatan dengan efek samping berat pada saluran pencernaan.

Dalam gugatan, keluarga menyebut staf rumah perawatan gagal merespons berbagai gejala yang muncul pada James. Perut membesar, memar, keluhan nyeri berulang, hingga perubahan perilaku disebut terus terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Dokumen gugatan menyatakan James diduga tidak buang air besar selama beberapa minggu hingga sebulan sebelum meninggal.

Baca Juga
Seekor Harimau Ditemukan Tewas di Aceh Timur
DONASI TAHAP KEDUA

Meski kondisinya memburuk, keluarga menilai tidak ada upaya staf untuk menghubungi kerabat maupun tenaga kesehatan. Bahkan sehari sebelum kematian James, dua staf mengikuti sesi telehealth psikiatri bersama dirinya tetapi tidak melaporkan gejalanya.

“Mereka seharusnya memperhatikan apakah James buang air besar. Mereka sudah tahu soal ini (riwayat sembelit), tapi tetap tidak memperhatikannya,” kata pengacara keluarga, Matt Mooney, dikutip dari The Sun.

Ditemukan Pingsan dengan Perut Bengkak

Pada 15 November 2024, seorang staf disebut meminta James duduk di toilet, namun ia tetap tidak bisa buang air besar. Tak lama kemudian, James ditemukan pingsan di kamar tidurnya. Catatan medis menunjukkan perubahan warna pada perut serta pembengkakan ekstrem yang terasa kaku.

James dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia. Autopsi dari Wilayah Trumbull menyebut usus besar James tersumbat tinja yang mengeras dengan berat lebih dari 9 kilogram dan menyebabkan tension pneumoperitoneum, yaitu udara yang masuk ke rongga perut akibat robekan kecil pada dinding usus.

Baca Juga
Barat Ketar-ketir, Rusia-Iran Teken Pakta Pertahanan 20 Tahun

“Tekanan di usus mendorong udara keluar ke rongga tubuhnya, dan itulah yang membunuhnya. James tidak seharusnya mati,” ujar Mooney.
“Jika ia diperlakukan dengan baik dan sesuai dengan perawatan, hal ini tidak akan terjadi,” tambahnya.

Pihak Clear Skies Ahead hingga kini belum memberikan tanggapan mengenai gugatan tersebut.

Apa Itu Konstipasi dan Risikonya?

Konstipasi adalah kondisi sulit buang air besar yang ditandai feses keras, menggumpal, dan membutuhkan usaha mengejan. Penyebabnya meliputi kurang serat, kurang minum, minim aktivitas fisik, hingga kebiasaan menahan keinginan buang air besar.

Stres, kecemasan, dan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi gerak usus. Bila sembelit sering kambuh dan tidak membaik dengan perubahan pola hidup atau obat pencahar, pemeriksaan medis diperlukan.

Salah satu komplikasi serius dari konstipasi adalah impaksi feses, yaitu penumpukan tinja dalam jumlah besar yang menyumbat usus. Kondisi ini dapat memicu nyeri perut, kembung, lesu, hingga hilang selera makan. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks