ORINEWS.id – Venezuela dilaporkan meminta dukungan militer dari Rusia, China, dan Iran untuk memperkuat pertahanan di tengah ketegangan yang meningkat dengan Amerika Serikat. Informasi ini disampaikan oleh Washington Post pada Jumat (1/11/2025), mengutip dokumen pemerintah AS.
Menurut laporan, Presiden Nicolás Maduro mengirim surat kepada Presiden China Xi Jinping, meminta detektor radar sekaligus menyebutkan adanya “eskalasi” dengan AS. Selain itu, Caracas disebut mendesak Iran menyediakan peralatan pengacau radar dan drone dengan jangkauan hingga 1.000 km.
Dokumen yang dikutip Washington Post juga menyebutkan bahwa Menteri Perhubungan Venezuela Ramon Celestino Velazquez mengajukan permintaan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin saat kunjungan ke Moskow bulan lalu. Permintaan tersebut mencakup rudal yang tidak disebutkan jenisnya, bantuan perbaikan jet tempur Su-30MK2, serta sistem radar yang sebelumnya dibeli Venezuela. Namun, belum diketahui bagaimana tanggapan Rusia, China, atau Iran terhadap permintaan tersebut.
Ketegangan antara Washington dan Caracas meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menuding Maduro menjalankan kartel “makroteroris” yang menyelundupkan narkoba ke AS, dan bahkan menawarkan hadiah untuk penangkapannya. Amerika Serikat juga mengerahkan armada angkatan laut di Karibia barat dan sejak September menindak lebih dari selusin kapal yang diduga milik kartel. Maduro membantah tuduhan tersebut dan menuduh Trump “mengada-adakan perang baru.”
Sementara itu, pada Senin lalu, Rusia meratifikasi perjanjian kemitraan strategis dengan Venezuela yang ditandatangani pada Mei 2025. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa Moskow mendukung Venezuela dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan akan membantu “mengatasi segala ancaman, dari mana pun asalnya.” []


































