ORINEWS.id – Jaringan restoran cepat saji Pizza Hut menutup puluhan gerainya di Inggris dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di tengah tekanan biaya operasional dan penurunan minat pelanggan.
Dikutip dari Reuters, Selasa (28/10/2025), Pizza Hut Inggris akan menutup 68 dari total 132 gerai restoran serta 11 gerai layanan pesan antar. Langkah ini berdampak pada 1.210 karyawan yang kehilangan pekerjaan.
Keputusan tersebut diambil setelah DC London Pie Limited, perusahaan yang mengoperasikan merek Pizza Hut di Inggris, masuk ke tahap administrasi. FTI Consulting ditunjuk sebagai administrator untuk menangani proses restrukturisasi tersebut.
Namun, sebagian gerai berhasil diselamatkan oleh Yum! Brands—perusahaan induk global Pizza Hut—yang mengakuisisi 64 restoran dan mempertahankan 1.276 pekerja.
Menurut laporan detikfinance, DC London Pie sebelumnya membeli bisnis Pizza Hut Inggris dari kondisi bangkrut pada Januari 2025. Perusahaan tersebut juga mengelola waralaba Pizza Hut di Swedia dan Denmark.
Direktur Pelaksana Pasar Internasional Pizza Hut, Nicolas Burquier, menjelaskan bahwa restrukturisasi dilakukan demi menjaga operasional dan mempertahankan lapangan kerja sebanyak mungkin.
“Prioritas kami adalah melanjutkan kegiatan di 64 restoran dan 343 lokasi pengiriman yang tersisa,” ujar Burquier, dikutip dari CNBC Indonesia.
Penutupan gerai di Inggris ini turut dipicu oleh kenaikan biaya tenaga kerja. Pada April lalu, upah minimum di Inggris naik hampir 7 persen menjadi 12,21 poundsterling per jam atau sekitar Rp247 ribu. Selain itu, perusahaan juga menghadapi kenaikan iuran asuransi. []

































