ORINEWS.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) hadir sebagai narasumber pada kegiatan Sosialisasi Penerapan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I, yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu, 22 oktober 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BP3KP Sumatera I Aceh, Iswanto, dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan gabungan dari berbagai satuan kerja dan balai di bawah BP3KP Sumatera I.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha BPOM Aceh, Marina Kaptriyani, menyampaikan materi bertajuk “Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM” serta Best Practice penerapan pembangunan ZI di BPOM Aceh. Ia menjelaskan langkah-langkah strategis dan inovasi yang dilakukan dalam upaya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang tengah dipersiapkan pada tahun ini.
Peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar strategi menjaga komitmen, konsistensi, serta berbagai tips dan trik dalam membangun budaya kerja berintegritas menuju predikat WBK.
Diketahui, BP3KP Sumatera I Aceh saat ini telah mengajukan penilaian terhadap pemenuhan administrasi pengusulan WBK, namun masih memerlukan beberapa perbaikan sehingga belum dapat diusulkan secara resmi. Kondisi ini justru menjadi pemacu semangat bagi pimpinan dan seluruh pegawai untuk terus berbenah melalui kegiatan sharing session, studi banding, dan studi tiru dari instansi lain yang telah berhasil meraih predikat WBK/WBBM.
“BPOM Aceh sangat mendukung dan mengapresiasi semangat Bapak/Ibu dalam melaksanakan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Kami juga siap menjadi tempat studi banding atau studi tiru apabila dibutuhkan,” ujar Marina Kaptriyani dalam presentasinya.
Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi BP3KP Sumatera I Aceh dalam memperkuat komitmen pelaksanaan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Melalui tindak lanjut nyata dan kolaborasi lintas instansi, diharapkan proses pengusulan dan penilaian WBK dapat segera terealisasi pada tahun ini. []


































