ORINEWS.id – Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mengungkapkan dirinya sudah memperingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai potensi membengkaknya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh sejak hampir satu dekade lalu. Namun, peringatan itu disebutnya tidak mendapat tanggapan.
“Ya Pak Jokowi nggak mau tahu, nggak mau dengar saya dan Pak Jonan,” kata Agus dalam tayangan kanal YouTube Dialog NTV Prime, Rabu, 15 Oktober 2025, seperti dikutip dari Rmol, Kamis, 16 Oktober 2025.
Agus menjelaskan, peringatan itu disampaikan pada 2016 bersama Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan. Ia menyebut keduanya telah menegaskan bahwa proyek kereta cepat Jakarta–Bandung tidak layak dijalankan secara finansial.
“Ketika itu saya dan Pak Jonan sudah mengingatkan kalau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini tidak visible,” ujarnya.
Meski begitu, kata Agus, Jokowi tetap memutuskan melanjutkan proyek tersebut. Ia bahkan menirukan jawaban Jokowi ketika ditanya soal gagasan proyek itu.
“Saya tanya, ini sebenarnya ide siapa pak, ini ide saya,” tutur Agus menirukan ucapan Jokowi.
Sebagai catatan, proyek KCJB atau Whoosh dibiayai sebagian besar melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun. Total nilai investasi proyek ini mencapai sekitar 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp120,38 triliun, dengan utang yang saat ini tercatat sekitar Rp116 triliun. []

































